Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

25.000 Anak Masih Tinggal di Tenda 6 Bulan Pascagempa Afghanistan

Rudi Hendrik Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 27 Februari 2026 - 07:39 WIB

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:39 WIB

10 Views ㅤ

Tenda pengungsian korban gempa di Provinsi Kunar, Afghanistan timur. (Foto: WHO)

Kabul, MINA – Enam bulan setelah gempa bumi dahsyat menghancurkan Afghanistan timur, sekitar 25.000 anak di Provinsi Kunar masih tinggal di tenda tanpa kepastian waktu untuk rekonstruksi, kata kelompok bantuan Save the Children dalam sebuah pernyataan pada Kamis (26/2)

Gempa bumi 31 Agustus—salah satu gempa paling mematikan yang melanda Afghanistan—menewaskan lebih dari 2.000 orang dan merusak atau menghancurkan lebih dari 8.000 rumah, membuat keluarga-keluarga di tempat penampungan sementara dihantam oleh salju musim dingin.

Organisasi itu mengatakan, rekonstruksi di wilayah pegunungan baru saja dimulai, beberapa desa mungkin tidak akan pernah dibangun kembali. Demikian Ariana News melaporkan.

Setengah lebih dari 1.300 ruang kelas dinilai hancur atau rusak parah. Pembangunan sekolah belum dimulai, sehingga sekitar 17.000 siswa belajar di ruang belajar sementara.

Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu

Lebih dari 6.000 keluarga pengungsi terus bergantung pada bantuan kemanusiaan setelah kehilangan rumah dan pendapatan mereka. Banyak yang sekarang sepenuhnya bergantung pada bantuan tunai.

“Karena kebutuhan di seluruh Afghanistan terus meningkat di saat pendanaan menurun, kita tidak dapat membiarkan komunitas yang hancur akibat gempa bumi tertinggal. Keluarga membutuhkan harapan bahwa kehidupan mereka yang hancur dapat dibangun kembali, dan itu membutuhkan pendanaan yang berkelanjutan,” kata Bujar Hoxha, Direktur Save the Children di Afghanistan.

Krisis perumahan semakin intensif karena lebih dari 2,9 juta warga Afghanistan kembali dari Iran dan Pakistan pada tahun 2025, dengan sebagian menetap di daerah yang terkena gempa.

PBB memperkirakan sekitar 4,2 juta orang di seluruh Afghanistan membutuhkan dukungan tempat tinggal tahun ini. []

Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Asia
Asia
Indonesia