Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UNICEF Ingatkan Malnutrisi Akut pada Anak Memburuk di Seluruh Afghanistan

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Senin, 13 Juli 2026 - 17:44 WIB

Senin, 13 Juli 2026 - 17:44 WIB

18 Views ㅤ

UNICEF mengingatkan bahwa 3,7 juta anak Afghanistan di bawah usia lima tahun berisiko mengalami malnutrisi akut tahun 2026. (Foto: UNICEF/Khayyam)

Kabul, MINA – Malnutrisi akut pada anak memburuk di sebagian besar wilayah Afghanistan, dengan perkiraan 3,7 juta anak di bawah usia lima tahun berisiko mengalami malnutrisi akut tahun ini.

Kondisi tersebut diingatkan oleh Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dalam sebuah laporan yang dirilis pada Ahad (12/7), Khaama Press melaporkan.

“Terlalu Sedikit, Terlalu Terlambat: Krisis Gizi yang Dihadapi Anak-Anak Kecil di Afghanistan,” tulis UNICEF dalam unggahannya di akun media sosial resminya.

Badan PBB itu mengatakan, malnutrisi akut telah memburuk di 26 dari 34 provinsi Afghanistan dibandingkan dengan tahun 2025.

Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa

Badan tersebut memperingatkan bahwa kondisi memburuk bahkan sebelum musim puncak malnutrisi tahunan di negara itu, yang biasanya berlangsung dari Juli hingga September.

Menurut UNICEF, lebih dari 80 persen kasus malnutrisi akut parah terjadi di antara anak-anak di bawah usia dua tahun, yang menggarisbawahi kerentanan yang tinggi pada bayi dan balita selama tahap paling kritis perkembangan fisik dan kognitif.

Badan tersebut mengatakan bahwa kekurangan gizi parah, salah satu bentuk malnutrisi yang paling mematikan, dapat dengan cepat menjadi mengancam jiwa jika tidak diobati dan secara signifikan meningkatkan risiko anak-anak meninggal karena penyakit menular umum.

UNICEF memperingatkan bahwa anak-anak yang tinggal di rumah tangga yang sangat rawan pangan memiliki kemungkinan hingga enam kali lebih besar untuk menderita kekurangan gizi parah selama puncak musim malnutrisi.

Baca Juga: Populasi Terus Menyusut, Jepang Hadapi Ancaman Krisis Demografi

Banyak keluarga Afghanistan, katanya, telah mengurangi jumlah makan sehari-hari, mengurangi makanan kaya nutrisi dari diet mereka dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak mereka di tengah memburuknya kondisi ekonomi.

“Bukti baru menunjukkan bahwa anak-anak mendekati krisis gizi bahkan sebelum puncak musiman dimulai, hanya menyisakan jendela waktu yang sempit untuk tindakan pencegahan,” kata Tajudeen Oyewale, Perwakilan UNICEF di Afghanistan, dalam laporan tersebut.

Oyewale mengatakan, penurunan frekuensi makan dan berkurangnya akses ke makanan bergizi adalah tanda-tanda peringatan dini bahwa malnutrisi parah pada anak dapat memburuk tanpa intervensi mendesak.

UNICEF menghubungkan memburuknya situasi tersebut dengan kombinasi kerawanan pangan yang meluas, wabah penyakit, cakupan vaksinasi yang rendah, akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi, serta menyusutnya pendanaan kemanusiaan.

Baca Juga: Aktivis Korea Selatan Gelar Aksi Berbaring di Jalan di Depan Kedutaan Israel

Badan tersebut menyerukan kepada para donor internasional untuk meningkatkan bantuan bagi program pencegahan dan pengobatan gizi, khususnya untuk anak-anak berusia enam hingga 23 bulan dan wanita hamil. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Militer Myanmar Serang Pasar di Rakhine, PBB Desak Perlindungan Warga Sipil

Rekomendasi untuk Anda