Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3 Prajurit Gugur di Lebanon Dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 1 April 2026 - 21:44 WIB

Rabu, 1 April 2026 - 21:44 WIB

84 Views ㅤ

3 prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian di Lebanon (foto: dok MINA)

Bandung, MINA – Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa anumerta sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian mereka.

tni/">Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan, ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ikhwan, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Mereka juga menerima penghargaan internasional berupa Medali Dag Hammarskjold dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Selain kenaikan pangkat, negara memberikan santunan kepada keluarga masing-masing prajurit dengan nilai mencapai lebih dari Rp1,8 miliar per orang. Santunan tersebut mencakup berbagai hak, termasuk gaji terusan selama 12 bulan, tunjangan, serta jaminan pensiun bagi keluarga yang ditinggalkan.

tni/">Panglima TNI juga memastikan bahwa anak-anak para prajurit akan mendapatkan beasiswa pendidikan, sebagai bagian dari komitmen negara dalam menjamin masa depan keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran negara.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Ketiga prajurit tersebut gugur saat bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada akhir Maret 2026. Dua prajurit dilaporkan meninggal akibat ledakan kendaraan, sementara satu lainnya gugur akibat serangan artileri di wilayah Lebanon selatan.

Hingga kini, pihak TNI masih menunggu hasil investigasi resmi dari UNIFIL terkait pelaku dan motif serangan tersebut.

Partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian PBB merupakan bagian dari komitmen menjaga stabilitas global, dengan ribuan personel TNI telah terlibat di berbagai negara konflik.

Pemberian kenaikan pangkat luar biasa bagi prajurit yang gugur juga menjadi tradisi penghormatan negara, sebagaimana sebelumnya diberikan kepada prajurit yang gugur dalam berbagai operasi, termasuk misi internasional dan tugas dalam negeri. []

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda