Mogadishu, MINA – Menteri Pertahanan Somalia, Ahmed Moalim Fiqi, menuduh Israel merencanakan pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza ke wilayah Somaliland yang memisahkan diri.
Fiqi mengecam rencana tersebut sebagai “pelanggaran serius” terhadap hukum internasional.
Dikutip dari Al Jazeera, Ahad (11/1), Fiqi mengatakan Somalia memiliki “informasi yang dikonfirmasi bahwa Israel memiliki rencana untuk memindahkan warga Palestina dan mengirim mereka ke Somaliland”.
Komentarnya muncul di tengah kekhawatiran yang telah lama diutarakan oleh para pejabat Somalia bahwa Israel bermaksud untuk secara paksa mengusir warga Palestina dari Gaza ke Somaliland, laporan yang telah dibantah Somaliland.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada tahun 1991 tetapi tidak pernah mendapatkan pengakuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Israel pada Desember menjadi Negara pertama yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan kepada Channel 14 Israel pekan lalu bahwa pemindahan paksa warga Palestina ke Somaliland “bukan bagian dari kesepakatan kami”.
Saar tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang apa yang telah disepakati, dan baik pejabat Israel maupun Somaliland belum mengungkapkan detail spesifik sejak pengumuman pengakuan tersebut.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sebuah sumber Somaliland yang dekat dengan pemerintah, yang berbicara dengan syarat anonim, juga mengatakan bahwa relokasi warga Palestina bukanlah konsesi yang dibuat oleh pejabat Somaliland, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud sebelumnya mengatakan, Somaliland telah menerima tiga syarat Israel, yaitu pemukiman kembali warga Palestina, pendirian pangkalan militer di pantai Teluk Aden, dan bergabung dengan Kesepakatan Abraham Accord untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic