Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Iran setelah pihak Teheran dilaporkan membatalkan rencana eksekusi lebih dari 800 demonstran yang ditangkap dalam gelombang protes berskala besar beberapa pekan terakhir.
Trump menulis pesan di platform jejaring sosialnya bahwa dirinya “sangat menghormati” keputusan otoritas Iran yang membatalkan semua hukuman gantung yang sedianya dijalankan terhadap para pengunjuk rasa.
Ungkapan ini muncul setelah spekulasi tentang kemungkinan intervensi militer AS jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut. Anadolu melaporkan, Senin (19/1).
Sikap Trump ini terbilang tak biasa, mengingat dalam beberapa hari sebelumnya ia telah mengultimatum Iran dengan ancaman tindakan tegas jika pembunuhan demonstran tidak dihentikan. Namun, Trump kemudian menegaskan bahwa keputusan untuk menyampaikan pujian itu merupakan penilaian pribadinya sendiri.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Reaksi dari Tehran atas klaim AS itu sendiri tidak serta-merta dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas Iran. Beberapa laporan independen bahkan menyatakan bahwa pernyataan tentang pembatalan eksekusi 800 demonstran belum terverifikasi dari sumber resmi pemerintah Iran.
Pujian Trump ini muncul di tengah situasi dalam negeri Iran yang masih tegang akibat aksi protes besar yang dipicu oleh krisis ekonomi dan merembet menjadi tuntutan luas terhadap rezim.
Laporan kelompok pemantau HAM menyebutkan ribuan orang tewas dan puluhan ribu ditangkap selama demonstrasi tersebut; namun angka pastinya masih beragam tergantung sumber yang dikutip.
Gelombang protes di Iran bermula pada akhir Desember 2025, dimulai dari unjuk rasa terhadap memburuknya kondisi ekonomi, sebelum berubah menjadi aksi yang menuntut perubahan politik yang lebih luas.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Pemerintah Iran merespons dengan penindasan keras, termasuk penangkapan massal dan ancaman hukuman berat. Ketegangan ini sempat memicu spekulasi tentang kemungkinan campur tangan militer asing, termasuk dari Amerika Serikat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic