Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Bandang Luluhlantakkan Wisata Guci Tegal, Kolam Air Panas dan Tiga Jembatan Hancur

Zaenal Muttaqin Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:32 WIB

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:32 WIB

20 Views ㅤ

Kondisi obyek wisata Guci Tegal setelah diterjang banjir bandang (Foto: Zaenal/MINA)

Tegal, MINA – Kawasan wisata alam Guci, Kabupaten Tegal, kembali dilanda banjir bandang. Terjangan air bah Kali Gung menghancurkan kolam-kolam air panas, merobohkan tiga jembatan, hingga menyeret satu unit alat berat yang berada di area wisata.

Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal menyebut kerusakan akibat banjir bandang kali ini tergolong parah. Seluruh pancuran kolam air panas yang menjadi ikon wisata Guci dilaporkan rata dengan tanah, sementara akses penghubung antarlokasi wisata terputus total.

“Banjir bandang Kali Gung menyebabkan Pancuran 13 rata dengan tanah, jembatan besar roboh. Pancuran Barokah dan Pancuran Lima juga sama-sama hancur. Jembatan gantung di Pancuran Lima hanyut, satu alat berat beko di Pancuran 13 ikut terseret,” ujar anggota Satgas BPBD Kabupaten Tegal, M Wisnu Imam, Sabtu (24/1).

Banjir bandang terjadi setelah debit Kali Gung meningkat drastis secara tiba-tiba pada Jumat (23/1) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Warga mengaku sempat mendengar suara gemuruh dari arah hulu sungai sebelum air bah menerjang kawasan wisata.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

“Awalnya hanya hujan deras, lalu terdengar suara gemuruh. Tidak lama kemudian air datang besar dan keruh,” kata Taufik, warga RT 04 RW 02 Desa Guci.

Puncak banjir terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Ketinggian air diperkirakan mencapai tujuh meter, membawa material lumpur dan pasir yang membuat jembatan tak mampu menahan derasnya arus.

“Air naik sangat cepat. Jembatan yang biasa dilewati wisatawan tidak kuat menahan hantaman air bercampur lumpur dan pasir,” lanjutnya.

Selain merusak fasilitas wisata, banjir bandang juga mengakibatkan sejumlah lapak pedagang hanyut dan pagar pembatas di sepanjang aliran sungai rusak berat. Warga setempat kini diliputi kekhawatiran akan potensi banjir bandang dan longsor susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi di kawasan pegunungan Guci. []

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Mi’raj News Agency (MINA) 

Rekomendasi untuk Anda