Teheran, MINA – Iran pada Senin (2/2) membantah telah menerima ultimatum batas waktu dalam perundingan dengan Amerika Serikat, sementara kedua belah pihak mengakui sedang bertukar pesan untuk meredakan ketegangan.
“Teheran selalu bertindak dengan kejujuran dan keseriusan dalam proses diplomatik, tetapi tidak pernah menerima ultimatum atau batas waktu apa pun,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei dalam konferensi pers di Teheran.
“Oleh karena itu, klaim bahwa Iran menerima batas waktu apa pun dari AS tidak dapat dikonfirmasi,” tambahnya. Press TV melaporkan, Selasa (3/2).
Sebelumnya, Trump mengatakan, telah memberi Iran batas waktu untuk mencapai kesepakatan, di tengah pembangunan kekuatan militer AS yang cepat di kawasan Teluk Persia.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Berbicara kepada wartawan di Oval Office, Trump mengklaim telah menyampaikan batas waktu itu langsung kepada Teheran, seraya menambahkan, hanya mereka yang tahu pasti.
Ketegangan antara Teheran dan Washington tetap tinggi sejak gelombang protes anti-pemerintah baru-baru ini di Iran, dengan otoritas Iran menuduh AS dan Israel menghasut kerusuhan.
Selama protes, Trump mengeluarkan beberapa pesan media sosial yang ditujukan kepada para pengunjuk rasa, mendesak mereka untuk terus melakukan protes dan mengambil alih lembaga, sambil berjanji bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
Pekan lalu, Trump mengonfirmasi bahwa armada besar AS sedang menuju ke kawasan tersebut, memperingatkan Iran untuk masuk ke dalam perundingan mengenai program nuklirnya atau menghadapi kemungkinan tindakan militer.[]
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic