Tampa, MINA – Militer AS mengatakan pada Sabtu (14/2) bahwa pasukannya telah menyerang lebih dari 30 target ISIS di Suriah bulan ini, mempertahankan tekanan terhadap kelompok tersebut setelah serangan mematikan terhadap pasukan AS tahun lalu.
Serangan tersebut juga terjadi ketika Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dalam beberapa pekan terakhir memindahkan ribuan tahanan ISIS dari Suriah ke Irak, setelah mereka ditahan di penjara yang dikelola selama bertahun-tahun oleh pasukan pimpinan Kurdi.
Pasukan AS “melakukan 10 serangan terhadap lebih dari 30 target ISIS di Suriah untuk mempertahankan tekanan militer tanpa henti terhadap sisa-sisa jaringan teroris,” kata pernyataan CENTCOM yang berpusat di Tampa, Florida.
Serangan udara, yang dilakukan antara 3 Februari hingga 12 Februari, menghantam “infrastruktur dan target penyimpanan senjata” ISIS, kata pernyataan tersebut.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pasukan juga melakukan “lima serangan terhadap situs komunikasi ISIS, simpul logistik penting, dan fasilitas penyimpanan senjata” antara 27 Januari hingga 2 Februari, katanya.
Sebelumnya, Washington menyalahkan seorang anggota ISIS atas penyergapan dan pembunuhan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil AS di Palmyra pada 13 Desember.
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan bahwa pelaku penembakan ISIS tersebut adalah anggota pasukan keamanan Suriah yang akan dipecat karena ekstremisme.
AS kemudian meluncurkan Operasi Hawkeye Strike sebagai tanggapan atas serangan tersebut.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
“Lebih dari 50 teroris ISIS telah tewas atau ditangkap dan lebih dari 100 target infrastruktur ISIS telah dihantam dengan ratusan amunisi presisi selama dua bulan operasi yang ditargetkan,” tambah pernyataan CENTCOM. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic