Teheran, MINA – Ratusan kapal komersial dan kapal tanker energi saat ini tertahan di Selat Hormuz, menyusul pengumuman Iran tentang penutupan jalur laut vital tersebut, sabtu (28/2).
Para pengamat mengatakan, kondisi itu berpotensi menyebabkan guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pasar energi dan perdagangan global, menurut Seatrade Maritime News.
Menurut laporan itu, sekarang ada sekitar 100 kapal kontainer, 200 kapal kargo umum, serta 450 kapal tanker gas, minyak dan bahan bakar, semuanya menghadapi ketidakpastian tentang kemungkinan transit, di tengah kekhawatiran penutupan berkelanjutan atau eskalasi ketegangan.
Selat Hormuz adalah salah satu jalur laut terpenting di dunia, melewati sekitar 20% pasokan minyak dunia setiap hari, selain sejumlah besar gas alam cair dan kargo.
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
Setiap gangguan pada navigasi berdampak langsung pada pasar global, mulai dari harga bahan bakar hingga biaya pengiriman dan rantai pasokan.
Pakar energi dan perkapalan memperingatkan, penutupan selat yang berkelanjutan dapat menyebabkan kenaikan tajam harga minyak dan gas secara global, kenaikan biaya pengiriman dan asuransi maritim, gangguan rantai pasokan internasional dan gelombang inflasi baru yang menghantam ekonomi global.
Belum ada rincian lengkap tentang durasi penutupan atau bagaimana menangani kapal yang terdampar. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic