Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Australia Larang Masuk Pengunjung Asal Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 27 Maret 2026 - 08:10 WIB

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:10 WIB

20 Views ㅤ

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese (foto: wiki)

Canberra, MINA  – Pemerintah Australia secara resmi menerapkan kebijakan larangan masuk bagi pengunjung dari Iran sebagai dampak langsung dari eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.

Langkah drastis ini diambil sebagai upaya pencegahan keamanan nasional menyusul meningkatnya aktivitas militer dan ketegangan diplomatik antara Teheran dengan aliansi Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat. ABC melaporkan, Jumat (27/3).

Kebijakan tersebut mencakup pembatalan izin visa dan pengetatan pengawasan di pintu-pintu masuk internasional di seluruh wilayah Australia.

Otoritas di Canberra menyatakan bahwa keputusan ini merupakan respon atas penilaian risiko keamanan yang dinamis, mengingat posisi Iran yang saat ini menjadi pusat perhatian dalam konfrontasi bersenjata yang melibatkan serangan rudal dan ancaman terhadap jalur maritim global.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Langkah Australia ini diprediksi akan memicu reaksi diplomatik balasan dari Teheran yang selama ini mengkritik kebijakan negara-negara Barat sebagai bentuk tekanan yang tidak adil.

Para pengamat hubungan internasional menilai bahwa pembatasan mobilitas warga sipil ini akan semakin mengisolasi Iran dari pergaulan internasional dan memperburuk hubungan bilateral yang memang sudah berada pada titik terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Selain faktor keamanan, kebijakan ini juga dikhawatirkan akan berdampak pada sektor pendidikan dan pertukaran budaya, mengingat cukup banyak mahasiswa serta tenaga ahli asal Iran yang selama ini berkontribusi di Australia.

Beberapa organisasi hak asasi manusia mulai menyuarakan keprihatinan mereka atas potensi diskriminasi yang muncul akibat kebijakan yang menyasar warga negara berdasarkan asal kebangsaan mereka di tengah krisis politik.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Situasi ini semakin diperumit dengan keterlibatan Australia dalam aliansi pertahanan global yang secara konsisten mendukung langkah-langkah deeskalasi melalui tekanan ekonomi dan politik terhadap pihak-pihak yang dianggap memicu konflik.

Ketegangan di Timur Tengah kini tidak lagi hanya menjadi isu regional, melainkan telah merambah ke kebijakan domestik negara-negara di kawasan Pasifik yang memiliki keterikatan keamanan dengan Washington. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia