Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal Prancis Berhasil Lewati Selat Hormuz Sejak Perang Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 4 April 2026 - 07:48 WIB

Sabtu, 4 April 2026 - 07:48 WIB

147 Views ㅤ

Selat Hormuz (Gambar: Forums.eagle.ru)

Dubai, MINA – Sebuah kapal kontainer bermilik Prancis berhasil melintasi kembali Selat Hormuz, menjadi kapal pertama dari kawasan Eropa Barat yang melakukan transit melalui jalur laut strategis itu sejak konflik bersenjata antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya merebak pada akhir Februari 2026.

Kapal berfl ag CMA CGM Kribi, yang berbendera Malta dan menunjukkan kepemilikan Prancis melalui sistem navigasi, melewati selat pada Kamis (2/4) waktu setempat. Perjalanan lintas ini terjadi di dekat garis pantai Iran, melalui koridor yang sempat ditutup nyaris sepenuhnya akibat eskalasi perang.

Transit kapal ini menunjukkan adanya perubahan situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang biasanya dilewati sekitar 20 % perdagangan minyak global sebelum perang. Selama beberapa pekan terakhir, aktivitas kapal komersial nyaris berhenti total, dengan hanya sedikit kapal dari negara-negara tertentu yang diizinkan transit. Anadolu melaporkan, Sabtu (4/4).

Iran sebelumnya memberikan izin terbatas kepada kapal-kapal yang dinilai tidak terlibat secara militer dalam konflik untuk melintas, termasuk beberapa tanker milik Oman dan Jepang. Kendati demikian, lintasan kapal-kapal komersial itu masih jauh di bawah kondisi normal sebelum perang.

Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS

Permintaan pembukaan penuh Selat Hormuz juga mengemuka di forum internasional. Inggris memimpin pertemuan virtual dengan 40 negara untuk membahas strategi membuka kembali jalur pelayaran tersebut secara aman dan permanen, meskipun Amerika Serikat tidak terlibat langsung dalam upaya itu.

Keberhasilan lintas CMA CGM Kribi dapat menjadi sinyal awal normalisasi sebagian aktivitas di Selat Hormuz. Namun, tanpa jaminan keamanan penuh, jalur ini diperkirakan masih beroperasi di bawah pengaturan khusus dan kontrol yang ketat, mengingat berlanjutnya ketegangan geopolitik di kawasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru

Rekomendasi untuk Anda