Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyebut peradaban negara itu dapat “punah malam ini” jika tidak memenuhi tuntutan Washington terkait Selat Hormuz.
Pernyataan Trump tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial miliknya, Truth Social, menjelang berakhirnya ultimatum yang ia berikan kepada Teheran.
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi,” ujar Trump. Washington Post melaporkan, Selasa (7/4).
Ia juga menambahkan bahwa situasi tersebut akan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
“Nanti malam kita akan mengetahuinya,” katanya.
Ancaman Trump terhadap Iran ini disampaikan menjelang tenggat waktu yang ditetapkan pada Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu Amerika Serikat, atau Rabu (8/4) dini hari waktu Iran, agar Teheran membuka kembali Selat Hormuz.
Trump sebelumnya juga memperingatkan akan “meratakan” Iran dan menjadikan negara itu “seperti neraka” apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Ancaman serupa bahkan telah beberapa kali disampaikan, termasuk rencana menghancurkan fasilitas energi dan jembatan di Iran dalam waktu singkat.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan jutaan rakyatnya siap membela negara.
Ia menyebut lebih dari 14 juta warga Iran telah mendaftarkan diri untuk berkorban demi mempertahankan kedaulatan negaranya.
“Lebih dari 14 juta warga Iran yang bangga telah mendaftar untuk mengorbankan nyawa mereka demi membela Iran,” tulis Pezeshkian melalui akun X.
Ia menegaskan komitmennya untuk tetap setia kepada Iran.
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
“Saya pun telah, sedang, dan akan tetap setia memberikan hidup saya untuk Iran,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ultimatum Trump terkait Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran strategis dunia.
Menjelang batas waktu tersebut, situasi di Iran dilaporkan semakin memanas dengan meningkatnya serangan yang menargetkan berbagai infrastruktur, termasuk jembatan kereta api, jalan raya, bandara, pabrik petrokimia, serta jaringan listrik.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya
















Mina Indonesia
Mina Arabic