Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi Kesehatan Jamaah Jadi Kendala Indonesia Tak Raih Penghargaan Haji Internasional

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 10 Juni 2026 - 06:40 WIB

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:40 WIB

28 Views ㅤ

jamaah haji (foto : MINA)

Jakarta, MINA – Faktor kesehatan jamaah haji menjadi salah satu kendala yang membuat Indonesia belum berhasil meraih penghargaan layanan haji internasional pada musim haji 1447 H/2026.

Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F. Al-Rabiah, dalam evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Menurut keterangan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, otoritas Arab Saudi menilai kualitas pelayanan haji Indonesia terus menunjukkan perbaikan di berbagai sektor.

Namun, tingginya angka jamaah yang mengalami gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penilaian akhir.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Pada musim haji 2026, ratusan ribu jamaah Indonesia kembali diberangkatkan ke Tanah Suci dengan dukungan layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, dan pendampingan ibadah yang terus ditingkatkan oleh pemerintah.

Meski demikian, tantangan kesehatan jamaah masih menjadi perhatian serius. Sebagian besar jamaah Indonesia berasal dari kelompok usia lanjut dan memiliki penyakit penyerta, sehingga rentan mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem, kelelahan fisik, serta padatnya aktivitas selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Kementerian Haji dan Umrah menilai peningkatan kualitas layanan kesehatan harus menjadi salah satu fokus utama pada penyelenggaraan haji mendatang. Upaya tersebut mencakup penguatan pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan, pembinaan kebugaran jamaah, serta peningkatan kesadaran untuk menjaga kondisi fisik sejak jauh hari sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Pemerintah berharap evaluasi dari otoritas Arab Saudi dapat menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan haji berikutnya. Selain mempertahankan kualitas pelayanan yang sudah berjalan baik, peningkatan aspek kesehatan jamaah dinilai penting agar Indonesia mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal sekaligus meningkatkan peluang meraih penghargaan internasional di bidang penyelenggaraan ibadah haji. []

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Tausiyah
Indonesia
Dunia Islam