Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini Draft Lengkap Kesepakatan Damai AS-Iran Versi Washington

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 18 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:57 WIB

62 Views ㅤ

Meja perundingan AS-Iran di Islamabad,(Foto: Tasnim)

Washington, MINA – Pemerintah Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengungkap isi lengkap draf nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Iran yang disebut menjadi dasar menuju perjanjian damai permanen antara kedua negara.

Dokumen berisi 14 poin itu dibacakan oleh seorang pejabat senior AS kepada wartawan dan mencakup penghentian perang, pencabutan sanksi, program nuklir Iran, hingga pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut dokumen tersebut, AS dan Iran sepakat menggunakan MoU sebagai kerangka awal untuk mencapai perjanjian final dalam waktu maksimal 60 hari. Jika tercapai, kesepakatan akhir nantinya akan diperkuat melalui resolusi mengikat Dewan Keamanan PBB.

Berikut 14 poin utama dalam draf kesepakatan versi AS yang diterbitkan Arabnews, Kamis (18/6).

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

  1. AS, Iran, dan sekutu masing-masing sepakat mengakhiri seluruh operasi militer secara permanen, termasuk di Lebanon, serta tidak saling mengancam atau menggunakan kekuatan militer.
  2. Kedua negara sepakat saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta tidak mencampuri urusan dalam negeri pihak lain.
  3. AS dan Iran berkomitmen merundingkan kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang atas persetujuan bersama.
  4. AS akan mulai mencabut blokade laut terhadap Iran dan menghapus berbagai hambatan maritim, dengan target penyelesaian penuh dalam 30 hari.
  5. Iran akan menjamin lalu lintas aman kapal-kapal komersial di Teluk Persia dan Selat Hormuz serta berkoordinasi dengan Oman terkait tata kelola kawasan tersebut.
  6. AS bersama mitra regional akan menyusun rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran senilai sedikitnya 300 miliar dolar AS.
  7. AS berkomitmen mengakhiri seluruh bentuk sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi unilateral maupun yang terkait dengan PBB, sesuai jadwal yang akan disepakati dalam perjanjian final.
  8. Iran menegaskan tidak akan mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir. Kedua pihak juga akan menyepakati mekanisme pengelolaan stok uranium yang telah diperkaya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
  9. Selama proses menuju perjanjian final, Iran akan mempertahankan kondisi program nuklir saat ini, sementara AS tidak akan menjatuhkan sanksi baru maupun menambah pasukan di kawasan.
  10. AS akan mengeluarkan pengecualian sanksi yang memungkinkan ekspor minyak mentah dan produk energi Iran, termasuk layanan perbankan, asuransi, dan transportasi terkait.
  11. AS akan membuka akses Iran terhadap dana dan aset yang selama ini dibekukan atau dibatasi penggunaannya, sesuai mekanisme yang disepakati kedua pihak.
  12. Kedua negara akan membentuk mekanisme eksekutif untuk mengawasi pelaksanaan MoU dan kepatuhan terhadap perjanjian final.
  13. Setelah MoU ditandatangani dan beberapa poin awal mulai diterapkan, kedua pihak akan memulai negosiasi eksklusif mengenai poin-poin lainnya.
  14. Perjanjian final nantinya akan disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB yang bersifat mengikat.

Poin paling krusial dalam draf tersebut adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan janji AS untuk mencabut sanksi ekonomi secara bertahap.

Selain itu, pembukaan kembali Selat Hormuz diperkirakan akan berdampak besar terhadap stabilitas pasokan energi global dan harga minyak dunia.

Meski demikian, pejabat AS mengingatkan bahwa MoU ini belum merupakan perjanjian final. Washington dan Teheran masih dapat menarik diri dari proses tersebut apabila tidak tercapai kesepakatan mengenai tahapan pelaksanaan dan kewajiban masing-masing pihak selama masa negosiasi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Rekomendasi untuk Anda