Gaza, MINA – Gerakan Perlawanan rakyat Palestina Hamas menyatakan kesediaannya melucuti senjata sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang di Jalur Gaza. Namun, kelompok tersebut menegaskan bahwa langkah itu hanya dapat dilakukan apabila Israel terlebih dahulu menarik seluruh kekuatan militernya dari wilayah Gaza dan mengakhiri pendudukan.
Pernyataan tersebut muncul di tengah pembahasan proposal gencatan senjata yang dimediasi sejumlah pihak internasional. Anadolu melaporkan, Jumat (31/7).
Hamas menyebut telah tercapai kesepahaman mengenai mekanisme pelucutan senjata, tetapi menilai proses tersebut harus disertai jaminan penarikan penuh militer Israel, sehingga tidak menjadi langkah sepihak yang merugikan rakyat Palestina.
Di sisi lain, pemerintah Israel hingga kini tetap mempertahankan tuntutannya agar Hamas didemiliterisasi sepenuhnya sebelum penghentian operasi militer dilakukan.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Perbedaan pandangan mengenai urutan pelaksanaan kesepakatan itu masih menjadi salah satu hambatan utama dalam perundingan yang berlangsung dengan dukungan Amerika Serikat dan para mediator regional.
Sejumlah pengamat menilai persoalan pelucutan senjata dan penarikan pasukan merupakan isu paling sensitif dalam negosiasi.
Hamas menginginkan jaminan berakhirnya pendudukan dan terbukanya akses bantuan kemanusiaan, sementara Israel menempatkan aspek keamanan sebagai prioritas utama sebelum menyetujui penghentian permanen operasi militernya.
Rencana penyelesaian konflik juga dikabarkan mencakup pembentukan pemerintahan sipil baru di Gaza, pengerahan pasukan internasional untuk menjaga stabilitas keamanan, percepatan rekonstruksi wilayah, serta peningkatan distribusi bantuan bagi warga sipil yang selama ini terdampak perang.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Namun, seluruh agenda tersebut masih bergantung pada tercapainya kesepakatan final antara kedua belah pihak.
Perang yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 telah menimbulkan krisis kemanusiaan yang berat di Jalur Gaza, dengan kerusakan infrastruktur yang meluas dan jutaan warga membutuhkan bantuan.
Komunitas internasional terus mendesak tercapainya gencatan senjata permanen yang disertai penyelesaian politik berdasarkan hukum internasional, sehingga perdamaian yang berkelanjutan dapat diwujudkan bagi rakyat Palestina dan kawasan Timur Tengah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic