Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 9 September 2026 - 09:30 WIB

Rabu, 9 September 2026 - 09:30 WIB

37 Views ㅤ

Rupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur TengahRupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah
Nilai tukar rupaih terhadap dolar AS (foto: X)

Jakarta, MINA — Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Rabu (9/9) ke level Rp17.577 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut menguat 55 poin atau 0,31 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.632 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, penguatan rupiah terjadi ketika dolar AS berada di bawah tekanan sentimen domestik Amerika Serikat. Data Yahoo Finance pada waktu yang sama juga menunjukkan rupiah menguat ke Rp17.613 per dolar AS dari posisi pembukaan sebelumnya Rp17.631.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang perdagangan Rabu masih fluktuatif dan berpotensi kembali melemah. Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.630 hingga Rp17.670 per dolar AS.

Salah satu sentimen yang diperhatikan pasar adalah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Peringatan pejabat Iran mengenai kemungkinan sasaran terhadap infrastruktur minyak dan gas di kawasan Teluk turut meningkatkan perhatian pelaku pasar terhadap risiko geopolitik dan harga energi.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Dari Amerika Serikat, pasar juga menunggu sejumlah data ekonomi penting, yakni Indeks Harga Produsen (PPI) yang dijadwalkan rilis Kamis dan Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat. Data inflasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Ibrahim menyebut pasar memperhitungkan peluang sekitar 60 persen terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada pekan berikutnya. Perkiraan tersebut turut dipengaruhi data ketenagakerjaan AS yang relatif kuat pada pekan sebelumnya.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari meningkatnya cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa mencapai 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026, naik dari 145,3 miliar dolar AS pada akhir Juli. Sementara itu, JISDOR BI pada 8 September tercatat Rp17.618 per dolar AS. []

 

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Rupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah
Indonesia
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia