Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamas Peringati 26 Tahun Intifada Aqsa, Serukan Dukungan Bangsa Arab dan Dunia Islam

Hasanatun Aliyah Editor : Arif R - Selasa, 29 September 2026 - 10:22 WIB

Selasa, 29 September 2026 - 10:22 WIB

29 Views

Intifada Palestina (foto: istimewa)
Intifada Palestina (foto: istimewa)

Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas memperingati 26 tahun Intifada Aqsa pada Senin (28/9) dan menyerukan kepada bangsa Arab, umat Muslim, serta pendukung di seluruh dunia untuk mendukung rakyat Palestina dalam meraih kembali hak-haknya.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan kompas perjuangan mereka akan tetap mengarah pada pembebasan tanah dan situs-situs suci. Mereka menyerukan kepada umat dan orang-orang merdeka di seluruh dunia untuk mendukung perjuangan serta keteguhan rakyat Palestina hingga memperoleh hak-hak sah.

Hamas menyatakan peringatan tahun ini berlangsung di tengah eskalasi Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rakyat Palestina dan situs-situs suci, termasuk Masjid Al-Aqsa.

Menurut Hamas, eskalasi itu disertai perlindungan Israel terhadap pemukim ekstremis dan upaya Yudaisasi Masjid Aqsa, penodaan, serta penghapusan ciri-cirinya, di samping mempercepat rencana aneksasi serta pengusiran.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Hamas menegaskan tindakan Israel tidak akan berhasil memadamkan api perlawanan atau melemahkan tekad dan kehendak rakyat Palestina. Mereka mengulangi bahwa rakyat Palestina tidak akan melepaskan tanah, hak, prinsip kebangsaan, maupun situs-situs suci mereka, dan menilai rencana pemerintah Israel pasti akan gagal.

Hamas juga menyerukan kesepakatan Palestina atas strategi bersatu yang didukung dukungan Arab, Muslim, dan internasional yang berkelanjutan serta kemitraan efektif dari para pendukung di seluruh dunia.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Rekomendasi untuk Anda