Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:43 WIB

28 Views ㅤ

Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Masjidil Aqsa (foto : x)

KHUTBAH JUMAT kali ini mengingatkan jamaah tentang “Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina”, oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional dan Redaktur Senior MINA News. Berikut naskah selengkapnya.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ، وَأَنْزَلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ هُدًى لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ نَصَرُوا الدِّينَ وَأَحْسَنُوا الْفَهْمَ وَالتَّقْدِيرَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin jama’ah Jum’ah yang dimuliakan Allah

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Pujian yang memenuhi timbangan nikmat-Nya dan menyamai tambahan karunia-Nya.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebaik-baik manusia, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan mereka yang setia menapaki jalannya hingga hari kiamat.

Marilah kita senantiasa memperbarui ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, menunaikan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan

Semoga dengan ketakwaan itu, Allah membuka pintu-pintu pertolongan-Nya bagi kita, dan bagi saudara-saudara kita di tanah suci Palestina yang tengah berjuang mempertahankan kehormatan dan kemuliaan Masjidil Aqsa.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah

Selanjutnya, izinkan khatib menyampaikan pesan dari mimbar ini dengan judul, “Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina.”

Sebuah pesan yang bukan sekadar berita, melainkan panggilan iman yang menggetarkan jiwa, karena apa yang terjadi di tanah suci itu bukanlah persoalan satu bangsa, melainkan cermin dari peradaban yang kita junjung bersama.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian  

Hadirin Rahimakumullah

Ajaran Islam tidak pernah mengajarkan permusuhan atas nama tuhan. Islam datang membawa rahmat, bukan hanya bagi pemeluknya, tetapi bagi seluruh alam. Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah kami mengutus engkau, muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS Al-Anbiya: 107).

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa

Ayat ini bukan sekadar penghias mimbar, tetapi landasan etika peradaban. Rahmat berarti kasih sayang yang menembus batas agama, suku, warna kulit, dan kedudukan. Maka, ketika ada darah tertumpah di Jalur Gaza, ketika anak-anak kehilangan masa depannya, ketika rumah-rumah diratakan, maka nurani kemanusiaan kita sebagai muslim harus bergetar.

Karena Islam mengajarkan bahwa membunuh satu jiwa tanpa hak sama dengan membunuh seluruh manusia.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan

“Oleh karena itu kami tetapkan bagi bani israil bahwa barangsiapa membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia. dan barangsiapa memelihara kehidupan seseorang, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan seluruh manusia.” (QS Al-Maidah: 32).

Para Mufasir menjelaskan bahwa makna ayat ini bukanlah pembatasan pada Bani Israil semata, melainkan ketetapan universal bagi seluruh umat manusia.

Imam Ibnu Katsir menegaskan bahwa kehormatan jiwa manusia bersifat menyeluruh, tidak ada perbedaan antara satu nyawa dengan nyawa lainnya. Jika satu nyawa direnggut tanpa hak, maka seakan-akan seluruh kemanusiaan ikut terenggut.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa

Dalam ayat lain, Allah menegaskan prinsip kesetaraan manusia:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi allah ialah yang paling bertakwa. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (QS Al-Hujurat: 13).

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari satu asal yang sama, lalu menjadikan mereka bersuku-suku bukan untuk saling merendahkan, tetapi untuk saling mengenal dan bekerja sama. Kemuliaan di sisi Allah tidak diukur dari warna kulit, tanah air, atau kekayaan, melainkan dari ketakwaan dan akhlak.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam juga mengajarkan bahwa sesama mukmin bagaikan satu tubuh. Beliau bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ؛ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh. apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup

Jika satu bagian tubuh terluka, seluruh tubuh merasakan nyeri. maka, bagaimana mungkin kita berdiam diri ketika saudara-saudara kita di Palestina menjerit kesakitan?

Hadirin yang Dirahmati Allah

Islam memiliki rekam jejak emas dalam menjaga kemanusiaan di bumi Palestina. Yaitu ketika Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, memasuki Baitul Maqdis. Beliau tidak menumpahkan darah, tidak merampas hak, dan tidak memaksa keyakinan.

Beliau justru datang dengan perjanjian damai yang menjamin keamanan jiwa, harta, dan tempat ibadah penduduknya. Khalifah Umar menolak shalat di kompleks gereja dengan alasan agar umat Islam setelahnya tidak mengklaim tempat itu sebagai milik mereka. Inilah teladan kepemimpinan yang menempatkan kemanusiaan di atas ambisi kekuasaan.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Tugas Besar Rasulullah ﷺ dan Kunci Kesuksesannya

Berabad-abad kemudian, Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskan Kota Al-Quds dari pendudukan Pasukan Salib. Namun, kemenangan itu tidak dinodai dengan balas dendam. Sejarah mencatat bagaimana Panglima Shalahuddin menjamin keselamatan penduduk, mengizinkan mereka pergi dengan aman, bahkan membebaskan banyak tawanan. Beliau memuliakan tempat-tempat ibadah, membersihkan Masjid Al-Aqsa dari kotoran, dan membangun kembali peradaban di kota suci itu. Inilah bukti bahwa Islam adalah rahmat, bukan malapetaka.

Kaum Muslimin yang sama-sama mengharap Ridha Allah

Saat ini, Palestina masih menangis. Darah anak-anak masih mengalir. Rumah-rumah masih diratakan. Namun, iman kita mengajarkan bahwa penindasan tidak boleh dibiarkan. Islam tidak mengajarkan kekerasan, tetapi Islam juga tidak mengajarkan diam ketika kezaliman merajalela. Kemanusiaan menuntut kita untuk bersuara, berdoa, dan berbuat sesuai kemampuan kita.

Semoga Allah mengangkat derajat para syuhada di Palestina, menyembuhkan yang terluka, membebaskan yang tertawan, dan mengembalikan kedamaian di bumi yang penuh berkah itu. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin. []

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kemerdekaan Hakiki Sebagai Hamba Allah

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Khutbah Jumat: Meneladani Rasulullah ﷺ dalam Mempersatukan Umat

Rekomendasi untuk Anda