Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian  

Redaksi Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 23 September 2026 - 21:14 WIB

Rabu, 23 September 2026 - 21:14 WIB

110 Views ㅤ

Jamaah Muslim melaksakan shalat di Masjid Al-Aqsa. (Foto: Quds News Network)

Oleh Imaam Yakhsyallah Mansur

Khutbah Jumat pada kesempatan kali ini berjudul: Islam Menjaga Perdamaian.

Menjaga kehidupan manusia sangat erat kaitannya dengan perdamaian. Dalam pandangan Islam, perdamaian bukan sekadar berhentinya peperangan, tetapi hadirnya keamanan, kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, dan penyelesaian perselisihan secara adil.

Ini juga yang diusung PBB pada 21 September kemarin memperingati Hari Perdamaian Internasional dengan tema “Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day” atau “Berinvestasi untuk Perdamaian: Bagi Semua Orang, di Mana Saja, Setiap Hari.”

Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina

Khutbah selengkapnya silakan simak berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Khutbah ke-1:

إنَّ الـحَمْدَ لِلّٰهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه، اللّٰهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الْقِيَامَة، مَاشَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَالَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّٰهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أيُّهَا الإِخْوَة أوْصُيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ : أَعُوذُ بِاللَّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَقَالَ الَنَّبِيُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللّٰهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan

Segala puji hanya bagi Allah , Rabb semesta alam, yang telah menurunkan syariat Islam sebagai petunjuk bagi manusia, yang membawa rahmat, keselamatan, keadilan, kasih sayang, dan kedamaian bagi kehidupan. Islam mengajarkan manusia untuk menjaga kehormatan dan keselamatan jiwa, menegakkan keadilan, menjauhi kezaliman, serta membangun kehidupan yang penuh kedamaian dan persaudaraan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat beliau, serta seluruh orang yang istiqamah mengikuti jalan beliau hingga hari kiamat.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah  dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan merupakan jalan menuju kehidupan yang baik, kehidupan yang penuh keberkahan, ketenteraman, dan keselamatan.

Ma’asyiral Muslimin, hafidzakumullah

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa

Pada kesempatan khutbah Jumat ini, marilah kita merenungkan firman Allah  dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah [5] ayat 32:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ (الْمَائِدَةِ :٣٢

“Karena itu Kami tetapkan suatu hukum bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.”

Ayat ini menunjukkan betapa tinggi nilai kehidupan manusia. Ibnu Katsir menjelaskan besarnya dosa membunuh jiwa tanpa hak dan kemuliaan menyelamatkan kehidupan manusia.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan

Walaupun ayat ini berbicara tentang ketetapan Allah  kepada Bani Israil, di dalamnya terdapat pelajaran yang sangat besar tentang kehormatan jiwa manusia dan larangan menumpahkan darah tanpa hak.

Hal ini sejalan dengan tujuan utama syariat Islam, yaitu ḥifzh an-nafs, menjaga jiwa manusia. Karena itu, Islam tidak mengajarkan manusia untuk meremehkan kehidupan, menumpahkan darah, atau membiarkan kezaliman berlangsung.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan kehormatan darah, harta, dan kehormatan manusia dalam khutbah beliau pada Haji Wada‘:

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian ini, dan di negeri kalian ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ma’asyiral Muslimin, hafidzakumullah

Menjaga kehidupan manusia sangat erat kaitannya dengan perdamaian. Dalam pandangan Islam, perdamaian bukan sekadar berhentinya peperangan, tetapi hadirnya keamanan, kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, dan penyelesaian perselisihan secara adil.

Ini juga yang diusung PBB pada 21 September kemarin memperingati Hari Perdamaian Internasional dengan tema “Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day” atau “Berinvestasi untuk Perdamaian: Bagi Semua Orang, di Mana Saja, Setiap Hari.”

Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah

Islam jauh hari telah mengajarkan dan menjaga perdamaian antar manusia. Allah  berfirman:

وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِن فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Dan apabila ada dua golongan orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat zalim itu sampai golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali, maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat: 9)

Melalui ayat ini Allah  memerintahkan manusia berbuat ishlah, tetapi ishlah tersebut harus dilakukan dengan adil. Jadi, perdamaian dalam Islam bukan sekadar menghentikan pertikaian, tetapi juga menyelesaikan akar persoalan dan mengembalikan keadilan.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup

Rasulullah ﷺ juga memberikan teladan melalui Perjanjian Hudaibiyah. Beliau memilih jalan perundingan dan perdamaian meskipun terdapat ketentuan yang pada saat itu tampak berat bagi kaum Muslimin. Namun, perdamaian tersebut membuka ruang yang luas bagi dakwah dan hubungan yang lebih baik.

Ma’asyiral Muslimin, hafidzakumullah

Dunia hari ini masih dihadapkan pada berbagai konflik dan kekerasan akibat peperangan yang menimbulkan penderitaan bagi banyak manusia. Konflik dan ketegangan masih terjadi di berbagai wilayah, termasuk Palestina, khususnya Gaza, Lebanon, Iran, Yaman, dan wilayah lainnya. Berbagai konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas, perpindahan penduduk, keterbatasan bantuan kemanusiaan, serta penderitaan yang panjang bagi masyarakat sipil.

Perhatian kita secara khusus tertuju kepada Palestina, khususnya Gaza, tercatat masih adanya korban sipil, kerusakan bangunan, keterbatasan bantuan kemanusiaan, serta kebutuhan yang sangat besar di tengah masyarakat Gaza.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Tugas Besar Rasulullah ﷺ dan Kunci Kesuksesannya

Sebagai seorang Muslim, kita tidak boleh kehilangan kepedulian terhadap penderitaan manusia. Kita mendoakan mereka, membantu sesuai kemampuan, dan mendukung upaya yang mengarah kepada penghentian kekerasan, perlindungan masyarakat sipil, keadilan, dan perdamaian.

Paling tidak, ada tiga hal yang harus menjadi perhatian kita bersama.

Pertama, Menegakkan Keadilan

Allah  berfirman:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kemerdekaan Hakiki Sebagai Hamba Allah

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ  (النَّحْلِ: ٩٠)

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan.”(QS. An-Nahl [16]: 90)

Perdamaian tanpa keadilan mudah berubah menjadi penindasan. Karena itu, perdamaian harus disertai penghentian kezaliman dan penegakan keadilan.

Dalam Islam, keadilan berlaku bagi siapa pun. Siapa yang melakukan kesalahan dan kezaliman harus dimintai pertanggungjawaban, siapa pun mereka dan dari kelompok mana pun. Kesalahan tidak boleh dibenarkan hanya karena dilakukan oleh pihak yang kita anggap sebagai kawan, dan orang yang dizalimi tidak boleh diabaikan hanya karena berbeda kelompok atau pandangan. Inilah prinsip keadilan dalam Islam.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Meneladani Rasulullah ﷺ dalam Mempersatukan Umat

Kedua, Melakukan Ishlah dengan Cara yang Baik

Jangan biarkan perbedaan berubah menjadi permusuhan. Islam mengajarkan ishlah, yaitu mendamaikan pihak-pihak yang berselisih melalui dialog, musyawarah, dan penyelesaian yang baik. Allah  berfirman:

فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat [49]: 9)

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa ishlah harus disertai keadilan dan pengembalian persoalan kepada ketentuan Allah. Dengan demikian, perdamaian bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi menghentikan kezaliman dan mengembalikan hak kepada yang berhak.

Ketiga, Menjaga Persatuan dan Ukhuwah

Allah  berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ …

“Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah seraya berjamaah, janganlah bercerai berai…(QS. Ali ‘Imran [3]: 103)

Ayat ini mengajarkan pentingnya berjamaah (bersatu) dan ukhuwah (bersaudara). Berjamaah bukan berarti menghilangkan seluruh perbedaan, tetapi bagaimana kita tetap menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan.

Perdamaian akan lebih mudah diwujudkan apabila persatuan terjaga dan ukhuwah di antara kita semakin erat. Sebaliknya, perselisihan dan perpecahan akan melemahkan kekuatan umat. Allah  berfirman:

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

“Janganlah kamu saling berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang.” (QS. Al-Anfal [8]: 46)

Karena itu, marilah kita membangun perdamaian dengan menjaga persatuan umat dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Semoga Allah  menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang mampu menghadirkan kedamaian, menegakkan keadilan, membantu orang yang dizalimi, menjaga persatuan dan ukhuwah islamiyah, dan menjadi bagian dari orang-orang yang melakukan ishlah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَٰذَا وَأَسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ . اِنَّهٗ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيْمِ.

Khutbah ke-2

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ اَمَرَنَا بِلُزُوْمِ اْلجَمَاعَةِ، وَنَهَانَا عَنِ اْلاِخْتِلَافِ وَالتَفَرُّقَةِ، وَاْلصَّلَاةُ وَالسَّلآ مُ عَلٰى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَا بِهِ هُدَاةِ اْلاُمَّةِ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَآيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ، إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ، وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعاَلَى أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم  ،إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ احْيِى الْمُسْلِمِيْنَ وَاِمَامَهُمْ بِجَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَيْ حِزْبِ اللّٰهِ حَيَاةً كَامِلَةً طَيِّبَةً وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَمُنْكَرٍ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ . اللّٰهُمَّ انْصُرْ اِخْوَانَنَآ المُجَا هِدِيْنَ فِى فِلِسْطِيْنِ وَفِى كُلِّ مَكَانٍ .اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ آْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَاهَذَا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً، يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ- وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat