Jakarta, MINA — Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, meminta penyelenggara konser “Till The Whole World Knows” yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada 24 Oktober 2026 memberikan klarifikasi terbuka terkait tujuan dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Permintaan itu disampaikan Sudarnoto menyusul informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai dugaan keterkaitan konser tersebut dengan dukungan terhadap Israel dan agenda Christian Zionism.
“Saya tidak ingin membangun sikap berdasarkan rumor atau informasi yang belum terverifikasi. Namun, apabila benar bahwa konser tersebut membawa, mempromosikan, atau menjadi bagian dari agenda dukungan terhadap Israel, maka hal tersebut patut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat Indonesia,” kata Sudarnoto dalam keterangannya.
Sudarnoto yang juga menjabat sebagai President Asia Pacific Coalition for al-Quds and Palestine menilai, informasi mengenai konser tersebut perlu segera dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan di masyarakat.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ia menegaskan, Indonesia memiliki posisi politik luar negeri yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Menurutnya, sikap tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan agama, tetapi juga berakar pada prinsip anti-penjajahan dan penghormatan terhadap kemanusiaan sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
“Bangsa Indonesia sampai hari ini memiliki posisi yang jelas dalam persoalan Palestina-Israel. Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Sudarnoto mengatakan dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina juga telah berlangsung sejak awal kemerdekaan dan diwujudkan melalui berbagai pernyataan di forum internasional maupun bantuan kemanusiaan.
Karena itu, lanjutnya, setiap kegiatan publik yang diduga digunakan untuk membangun legitimasi, normalisasi, atau dukungan terhadap Israel berpotensi menimbulkan keresahan apabila tidak dijelaskan secara transparan.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Ia juga menyoroti informasi yang mengaitkan konser tersebut dengan agenda Christian Zionism. Menurut Sudarnoto, apabila informasi itu benar dan memiliki kaitan dengan kegiatan tersebut, persoalannya dapat berkembang menjadi kesalahpahaman yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Berhati-hatilah, jangan sampai ada upaya dari pihak mana pun yang berusaha membenturkan agama-agama dengan cara apa pun,” katanya.
Sudarnoto meminta pihak penyelenggara menjelaskan sejumlah hal, antara lain identitas penyelenggara, pihak yang terlibat, tujuan kegiatan, artis yang akan tampil, bentuk kerja sama yang dilakukan, serta kemungkinan keterkaitan dengan organisasi, jaringan, kampanye, atau agenda politik yang mendukung Israel.
Menurut dia, keterbukaan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Selain kepada penyelenggara, Sudarnoto juga mendorong Polri dan aparat terkait melakukan pemantauan terhadap rencana penyelenggaraan konser tersebut.
Ia menegaskan pemantauan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengganggu kebebasan berekspresi maupun kegiatan keagamaan, melainkan untuk memastikan kegiatan publik tidak menjadi sarana propaganda politik asing, tidak menimbulkan gangguan keamanan, serta tidak memicu konflik sosial maupun antarumat beragama.
“Apabila setelah dilakukan verifikasi ternyata benar bahwa konser tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang secara nyata memberikan dukungan atau legitimasi kepada Israel, maka pemerintah perlu melakukan langkah afirmatif tidak memberikan izin atau menghentikan penyelenggaraannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tuturnya.
Sudarnoto beralasan langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketertiban umum, keamanan masyarakat, serta mencegah munculnya konflik horizontal.
Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka
Di sisi lain, ia menyerukan masyarakat tetap tenang dan kritis dalam menyikapi informasi mengenai konser tersebut. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina perlu ditempatkan dalam kerangka kemanusiaan, keadilan, anti-penjajahan, penghormatan terhadap hukum internasional, dan komitmen menjaga persatuan bangsa Indonesia.
Jika setelah dilakukan verifikasi terbukti terdapat agenda dukungan terhadap Israel, Sudarnoto menyerukan masyarakat menyikapinya melalui aksi boikot secara damai dan konstitusional.
Ia juga menyerukan penolakan terhadap berbagai upaya normalisasi hubungan diplomatik Israel-Indonesia yang dilakukan oleh pihak mana pun. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Abu Vulkanik Bergerak ke Barat Laut
















Mina Indonesia
Mina Arabic