Tepi Barat, MINA – Petani Palestina di Tepi Barat menderita kerugian pertanian lebih dari Rp28,37 miliar ($1,75 juta) dalam sepekan akibat serangan Israel. Kerugian terbesar berasal dari kerusakan pohon zaitun.
Seperti dikutip dari Pusat Informasi Palestina, Sabtu (3/10), Kementerian Pertanian Palestina mencatat kerugian ini terjadi pada 25 September hingga 1 Oktober 2026 di tujuh provinsi.
Sebanyak 1.582 pohon zaitun dirusak melalui pencabutan, penebangan, pematahan, dan pembakaran. Kerugian dari pohon zaitun saja mencapai Rp25,03 miliar atau hampir 88 persen dari total kerugian.
Provinsi Jenin mencatat kerugian tertinggi, yaitu Rp17,01 miliar. Selain zaitun, kerusakan juga menimpa anggur, pohon almond, ternak, bangunan pertanian, sumber air dan infrastruktur.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Kementerian menilai serangan ini merupakan pola yang menggabungkan serangan lapangan langsung dengan perluasan permukiman. Kementerian menyerukan komunitas internasional melindungi petani Palestina dan menghentikan serangan Israel.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic