Mogadishu, MINA — Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud, menyampaikan pernyataan tegas bahwa negaranya tidak akan menerima kehadiran Israel di wilayahnya “dalam keadaan apa pun.”
Dikutip dari Radar Afrcia, Ahad (4/10), Presiden Mohamud menuduh Israel berencana mendirikan pangkalan angkatan laut di Berbera dan menggunakan bandara kota tersebut.
Hingga kini, Israel belum secara publik mengonfirmasi rencana yang dikatakan presiden Somalia tersebut.
Berbera: Titik Panas Baru di Teluk Aden
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Berbera adalah kota pelabuhan strategis di Teluk Aden, terletak di Somaliland, wilayah yang menyatakan kemerdekaannya secara sepihak dan dianggap oleh Somalia sebagai bagian dari wilayahnya.
Posisi Berbera sangat vital karena mengontrol jalur pelayaran yang menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia, termasuk pintu masuk Selat Bab al-Mandeb.
Israel mengakui Somaliland pada Desember 2025, menurut laporan Al Jazeera.
Namun, tidak ada negara lain yang mengakui wilayah tersebut sebagai negara merdeka. Pengakuan Israel ini menuai kecaman keras dari Somalia, yang menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayahnya.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Israel Mencoba Ganggu Stabilitas
Presiden Mohamud tidak hanya menolak kehadiran Israel secara fisik, tetapi juga menggambarkan Israel sebagai “kekuatan yang mengganggu stabilitas” di kawasan.
Ia mengkritik keras pengakuan Israel terhadap Somaliland, yang menurutnya merupakan bagian dari upaya memperluas pengaruh di kawasan strategis tersebut.
“Kami akan mengatasi tantangan yang dihadapi negara kami oleh langkah-langkah Israel,” katanya.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Somalia, tegasnya, akan menolak segala upaya untuk menarik negaranya ke dalam ketegangan Timur Tengah yang lebih luas. Ini adalah pesan jelas bahwa Somalia tidak ingin menjadi medan pertempuran proksi dalam konflik regional yang lebih besar.
Keamanan Somalia dan Hubungan dengan Ethiopia
Dalam wawancara yang luas tersebut, Mohamud juga membahas situasi keamanan Somalia dan hubungan dengan Ethiopia.
Ia menggambarkan Amerika Serikat sebagai mitra terkuat Somalia dalam perjuangan melawan kelompok bersenjata, terutama Al-Shabaab.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
Mohamud juga menyatakan bahwa hubungan dengan Ethiopia baik, dan Somalia tidak menentang akses Ethiopia ke laut melalui perjanjian yang melibatkan pelabuhan Somalia.
Ini merupakan perubahan nada yang signifikan, mengingat kedua negara sebelumnya sempat bersitegang terkait perjanjian akses laut Addis Ababa tahun 2024 dengan Somaliland. []m
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa
















Mina Indonesia
Mina Arabic