Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PM Al-Zaidi: Lima Faksi Bersenjata Irak Sepakat Serahkan Senjata, Batas Waktu 30 Juni 2027

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:47 WIB

29 Views ㅤ

Perdana Menteri Irak, Ali Al-Zaidi. (Shafaq News)

Baghdad, MINA — Perdana Menteri Irak, Ali Al-Zaidi, mengumumkan pada Senin (5/10) bahwa lima faksi bersenjata di Irak telah mencapai kesepakatan untuk menyerahkan senjata mereka.

Tiga faksi telah menyerahkan senjata, sementara dua lainnya menyatakan kesediaan untuk mengikuti langkah serupa. Shafaq News melaporkan.

Pengumuman disampaikan dalam pertemuan dengan para sheikh dan pejabat suku di Baghdad.

Al-Zaidi memuji suku-suku Irak karena mendukung negara dan membantu menjaga ketertiban selama masa-masa sulit, serta memperingatkan agar tidak ada pihak yang berusaha melemahkan negara atau mengancam keberadaannya.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

“Saya memuji suku-suku Irak karena mendukung negara dan membantu menjaga ketertiban selama masa sulit,” kata Al-Zaidi.

Batas Waktu 30 Juni 2027

Al-Zaidi telah menetapkan 30 Juni 2027 sebagai batas waktu untuk menyerahkan senjata yang disimpan ke luar institusi negara di bawah kendali pemerintah.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Baghdad untuk memonopoli kekuatan bersenjata di bawah otoritas negara.

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Kerangka Koordinasi (CF), sebuah aliansi kekuatan politik Syiah utama, telah mendukung jadwal tersebut. Pembicaraan dengan faksi-faksi bersenjata terus berlanjut mengenai penyerahan, pendaftaran, dan penyimpanan senjata di bawah pengawasan negara.

Pembicaraan dengan Turkiye dan Kuwait

Al-Zaidi juga merujuk pada pembicaraan dengan Turkiye dan Kuwait.

Ia mencatat bahwa pasukan Turki telah menarik diri dari posisi di dalam Irak, dan diskusi dengan Kuwait berlanjut mengenai masalah bilateral yang belum terselesaikan.

Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia

Ini menunjukkan bahwa Irak di bawah kepemimpinan Al-Zaidi tidak hanya fokus pada urusan dalam negeri, tetapi juga berupaya menyelesaikan ketegangan regional yang selama ini membayangi hubungan dengan negara-negara tetangga.

Signifikansi Kesepakatan

Kesepakatan ini menandai langkah signifikan dalam upaya Irak untuk menstabilkan negara setelah bertahun-tahun konflik dan keberadaan milisi bersenjata yang beroperasi di luar kendali pemerintah.

Jika berhasil, ini akan menjadi tonggak sejarah dalam konsolidasi kekuasaan negara atas seluruh wilayah Irak.

Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin

Namun, tantangan tetap besar. Banyak faksi bersenjata memiliki afiliasi politik dan ideologis yang kuat, serta kepentingan ekonomi yang terikat pada keberadaan senjata mereka.

Proses penyerahan senjata ini akan menjadi uji nyata bagi kemampuan pemerintah Irak untuk menegakkan kedaulatannya di seluruh wilayah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Jelang Pemilu Sela AS, Demokrat Unggul di Survei

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Dunia Islam
Dunia Islam
MINA Sport