SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Alokasikan 110 Hektare Lahan di Chabahar untuk Kegiatan Ekonomi Afghanistan

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:52 WIB

24 Views ㅤ

Pelabuhan Chabahar, Iran. (Foto: Global Watch)

Teheran, MINA – Iran dilaporkan telah mengalokasikan 110 hektare lahan di pelabuhan strategis Chabahar untuk kegiatan ekonomi dan komersial Afghanistan, sebagai langkah yang bertujuan memperkuat kerja sama perdagangan dan industri bilateral.

Menurut laporan media Iran pada Jumat (9/10), Mohsen Zanganeh—ketua Komisi Khusus Parlemen Iran untuk Mendukung Produksi dan Mengawasi Implementasi Kebijakan Pasal 44—mengumumkan langkah tersebut menyusul konsultasi ekonomi antara kedua negara pada Kamis (8/10).

Zanganeh mengatakan bahwa usulan untuk menyediakan lahan bagi Afghanistan di Kawasan Perdagangan Bebas Chabahar diajukan oleh Menteri Perindustrian Afghanistan.

“Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, kami sepakat untuk mengalokasikan 10 hektare lahan di Pelabuhan Chabahar dan sekitar 100 hektare di Kawasan Perdagangan Bebas untuk investasi Afghanistan. Pengaturan ini akan memungkinkan Afghanistan berinvestasi di area yang telah ditentukan serta memfasilitasi aksesnya ke perairan lepas,” ujar Zanganeh.

Baca Juga: Bangladesh Hadapi Wabah Campak Terburuk, 1.147 Meninggal dan Mayoritas Balita

Ia menambahkan bahwa para pejabat Afghanistan sempat meminta tambahan lahan di dalam area pelabuhan itu sendiri, tetapi keterbatasan lahan pesisir membuat permintaan tersebut sulit dipenuhi. Kedua belah pihak telah mencapai kesepahaman awal dan diperkirakan akan melanjutkan pembahasan lebih lanjut.

Pembicaraan tersebut juga mencakup perluasan kerja sama industri, pembentukan kawasan industri bersama, serta peningkatan nilai perdagangan bilateral hingga mencapai 10 miliar dolar AS.

Terletak di Teluk Oman, Pelabuhan Chabahar menawarkan pintu gerbang potensial bagi Afghanistan menuju pasar internasional dan dapat membantu mendiversifikasi rute perdagangan serta transit negara tersebut.

Pengaturan yang diusulkan ini dapat menciptakan peluang baru bagi dunia usaha Afghanistan, memperkuat konektivitas regional, dan mendukung perluasan hubungan komersial antara Kabul dan Teheran. []

Baca Juga: Badan PBB Sebut Kabut Asap Karhutla Indonesia Terburuk di Asia Tenggara

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda