Texas, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan gagasan agar Venezuela menjadi negara bagian ke-51 AS. Wacana itu disampaikan dalam kampanye pemilu sela di Pelabuhan Corpus Christi, Texas, Selasa (27/10), saat ia menyoroti tibanya kiriman minyak Venezuela.
Dalam pidatonya, Trump mengumumkan kedatangan 1 juta barel minyak mentah Venezuela yang disebutnya diberikan secara cuma-cuma berdasarkan kesepakatan kedua negara. Anadolu melaporkan.
Minyak itu, katanya, akan diolah di kilang-kilang Texas, termasuk di Corpus Christi. Seorang pejabat Gedung Putih menyebut kiriman tersebut sebagai yang pertama dari miliaran barel yang akan datang melalui kesepakatan itu.
Trump menyebut Venezuela akan menjadi negara makmur dan tidak menutup kemungkinan menjadi negara bagian ke-51 dalam waktu dekat. Ia bahkan mengajak hadirin mewujudkannya dan mengusulkan agar Venezuela dipimpin gubernur hasil pemilihan, bukan presiden.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pernyataan ini disampaikan saat ia berkampanye untuk kandidat Senat dari Partai Republik, Ken Paxton, menjelang pemilu sela 3 November.
Hubungan energi kedua negara menguat setelah pasukan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026. Sejak itu, Washington bekerja sama dengan pemerintahan sementara yang dipimpin Delcy Rodriguez.
Pada akhir Agustus, Trump mengumumkan kesepakatan yang disebut memberi AS kendali atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela melalui kemitraan dengan perusahaan swasta.
Ini bukan kali pertama Trump melontarkan wacana tersebut. Pada Mei, Rodriguez menegaskan Venezuela tidak berencana menjadi negara bagian AS. Secara hukum, penerimaan negara bagian baru AS memerlukan persetujuan Kongres sesuai konstitusi negara itu.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Hingga kini belum ada langkah resmi yang menunjukkan wacana tersebut akan diproses. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic