Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi Israel Tegaskan Tak Ada Bukti soal Kecurangan Pemilu oleh Partai Arab

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:54 WIB

18 Views ㅤ

Sebuah papan reklame di Israel menampilkan kampanye menjelang pemilu (Ash Obel/Times of Israel)

Tel Aviv, MINA – Kepolisian Israel menyatakan tidak ada bukti yang mendukung tuduhan Partai Likud bahwa partai-partai Arab mencurangi pemilu parlemen. Pernyataan resmi itu disampaikan Kamis (29/10), sebagaimana dikutip dari Jerusalem Post.

Polisi mengakui hari pemungutan suara diwarnai sejumlah insiden tak biasa yang berkaitan dengan integritas pemilu.

Namun, menurut mereka, hasil penyelidikan maupun informasi intelijen tidak menunjukkan adanya kecurangan seperti yang dituduhkan.

Sebelumnya, Benyamin Netanyahu dari Partai Likud menuding partai Arab mencuri surat suara, menyuap, mengintimidasi pemilih, dan memanipulasi suara, serta meminta aparat menggelar penyelidikan.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Netanyahu turut menyebut partai Arab “mencuri” pemilu lewat unggahan di media sosial. Ia mengutip pernyataan hakim Mahkamah Agung Noam Sohlberg tentang dugaan campur tangan pihak asing demi memenangkan partai Arab.

Sohlberg telah memerintahkan badan intelijen dalam negeri Shin Bet menyelidiki dugaan pengaruh pendanaan asing tersebut. Netanyahu juga mempertanyakan alasan pemimpin Joint List, Ahmad Tibi, berkunjung ke Qatar empat hari sebelum pemilu.

Tibi membantah tudingan itu dan menyatakan ke Qatar untuk wawancara dengan Al Jazeera. Ia menyindir balik bahwa pihak yang menerima uang Qatar menurut polisi Israel adalah kantor Netanyahu sendiri.

Joint List dan partai Arab lain, Ra’am, disebut siap bekerja sama dengan “blok perubahan” pimpinan Gadi Eisenkot untuk menggulingkan Netanyahu.

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Perselisihan ini menguat karena partai Arab berpotensi menjadi penentu pembentukan pemerintahan. Hasil sementara menunjukkan blok Netanyahu meraih 52 kursi, blok Eisenkot 48 kursi, dan partai Arab 20 kursi (Joint List 12 dan Ra’am 8), sehingga belum ada kubu yang mencapai 61 dari 120 kursi Knesset. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat

Rekomendasi untuk Anda