Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - 4 jam yang lalu

4 jam yang lalu

8 Views ㅤ

Serangan militer Israel ke Tepi Barat terus meningkat sejak dimulainya genosida Gaza pada Oktober 2023. (Foto: INP Polri)

Ramallah, MINA – Pasukan pendudukan Israel (IOF) mundur dari lingkungan di kota al-Khalil (Hebron) di Tepi Barat selatan yang diduduki pada Senin (2/11) pagi, mengakhiri operasi militer 10 hari yang membuat ratusan keluarga Palestina mengungsi, menyebabkan kehancuran luas dan sekitar 80.000 siswa kehilangan pendidikan tatap muka.

Walikota Al-Khalil Yousef al-Jabari mengatakan IOF menarik diri dari semua lingkungan sekitar pukul 6:00 pagi, sehingga memungkinkan warga yang mengungsi untuk mulai kembali ke rumah mereka dan menilai kerusakan yang ditimbulkan.

Menurut al-Jabari, pasukan Israel mengubah sekitar 540 rumah dan unit pemukiman menjadi barak militer selama operasi tersebut, sambil merusak jalan, infrastruktur, kendaraan, dan properti pemukiman.

Dia mengatakan pemerintah kota akan mulai melakukan penilaian terhadap kerusakan yang terjadi dan mendokumentasikan kerugian di berbagai sektor seiring dengan kembalinya kehidupan sehari-hari, termasuk kembalinya siswa ke sekolah dan universitas setelah berhari-hari gangguan yang disebabkan oleh serangan militer dan penutupan jalan.

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Operasi militer Israel dimulai pada tanggal 23 Oktober setelah serangan penembakan yang menargetkan pos pemeriksaan militer di pintu masuk utara kota, menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya. Kedua penyerang Palestina tersebut kemudian dibunuh oleh pasukan Israel.

Selama operasi tersebut, pasukan Israel melakukan pengepungan besar-besaran di sebagian besar al-Khalil, khususnya lingkungan al-Jalda, Ein Deir Baha dan Khallet al-Maghariba.

Pasukan menutup jalan dan pintu masuk, menggerebek dan menggeledah rumah-rumah, serta menyita bangunan tempat tinggal, mengubah beberapa bangunan menjadi posisi militer dan pos pengamatan, serta memaksa ratusan keluarga Palestina mengungsi.

Menurut angka dari Kota al-Khalil dan komite bantuan lokal, 537 keluarga yang terdiri dari sekitar 3.361 warga Palestina mengungsi dari rumah mereka. []

Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Jelang Musim Dingin, PBB Peringatkan Krisis Pengungsian Gaza

Rekomendasi untuk Anda