Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 11 jam yang lalu

11 jam yang lalu

18 Views ㅤ

Peta kawasan Arab Saudi, Yaman dan Iran. (Dreams Time)

Riyadh, MINA) – Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman berbincang lewat telepon dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth, Senin (2/11). Keduanya membahas kerja sama pertahanan bilateral dan persoalan keamanan kawasan.

Melalui akun X nya, Khalid mengatakan kedua pihak meninjau kerja sama strategis di bidang pertahanan antara kedua negara, seperti dilaporkan Anadolu.

Mereka juga membahas perkembangan regional dan global, termasuk upaya meredakan ketegangan serta serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, yang ia sebut sebagai serangan teroris.

Percakapan ini berlangsung ketika eskalasi antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi meningkat. Koalisi itu menopang pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, sejak Maret 2015, setelah Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah pada 2014.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Pada Oktober 2026, Houthi meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah bandara di Arab Saudi. Menurut laporan Washington Post dan Al Jazeera, serangan 10 Oktober di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Arab Saudi menyebut serangan itu kejahatan perang, sedangkan Dewan Keamanan PBB mengecam serangan terhadap penerbangan dan infrastruktur energi Saudi pada 15 Oktober.

Houthi mengaitkan serangan mereka dengan blokade yang menurut mereka diberlakukan terhadap Bandara Sanaa. Juru bicara militernya, Yahya Saree, sebelumnya memperingatkan maskapai agar tidak melintasi wilayah udara Saudi sebelum blokade dicabut.

Arab Saudi dan pemerintah Yaman menolak klaim itu dan menyebut Houthi sebagai kelompok teroris.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Di medan darat, militer Yaman mengklaim telah menetralkan hampir 500 anggota dan komandan lapangan Houthi dalam 1.272 operasi.

Juru bicara militer Yaman, Majed al-Nuzaili, menyebut operasi itu juga menghancurkan atau merusak 169 kendaraan, peralatan, dan senjata berat milik Houthi. Klaim ini belum diverifikasi independen.

Inggris sebelumnya, pada 20 Oktober, mengumumkan bantuan militer tambahan untuk Arab Saudi menyusul serangan Houthi. Hingga kini, kedua menteri pertahanan belum merinci bentuk kerja sama konkret yang dibahas dalam pembicaraan tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda