Kabul, MINA – Kementerian Luar Negeri Afghanistan menyatakan telah memanggil Kuasa Usaha Kedutaan Besar Pakistan di Kabul pada Selasa (28/4), dan secara resmi menyerahkan nota protes terkait serangan militer negara tetangga tersebut.
Menurut pernyataan Kementerian, langkah itu sebagai tanggapan atas dugaan serangan militer Pakistan yang menargetkan situs sipil dan infrastruktur publik di Provinsi Kunar, termasuk Universitas Sayyid Jamaluddin Afghan dan daerah-daerah di sepanjang Garis Durand yang dipersengketakan.
Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengutuk keras serangan tersebut, menggambarkannya sebagai pelanggaran nyata terhadap wilayah udara negara, integritas teritorial, dan prinsip serta norma internasional.
Pernyataan tersebut selanjutnya menolak klaim Islamabad bahwa kekerasan berasal dari wilayah Afghanistan, dan menegaskan bahwa akar permasalahan harus diteliti dengan cermat.
Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa
Pernyataan itu juga menegaskan kembali bahwa Afghanistan memiliki hak yang sah untuk membela tanah dan rakyatnya, serta menyerukan Pakistan untuk menahan diri dari tindakan tersebut.
Kementerian memperingatkan bahwa kelanjutan dari apa yang disebutnya sebagai “tindakan tidak bertanggung jawab” dapat menyebabkan konsekuensi serius.
Langkah diplomatik terbaru ini menyoroti ketegangan antara kedua negara tetangga di tengah kekhawatiran keamanan yang berkelanjutan di sepanjang Garis Durand. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Populasi Terus Menyusut, Jepang Hadapi Ancaman Krisis Demografi
















Mina Indonesia
Mina Arabic