Yerusalam, MINA – Ribuan orang Yahudi ultra-Ortodoks yang dikenal sebagai Haredim melakukan aksi demonstari sebagai bentuk protes atas wajib militer yang diterapkan oleh Zionis Israel terhadap kelompok tersebut.
Mereka menyebut tentara Israel sebagai “tentara musuh”, menurut laporan media berbahasa Ibrani.
Channel 12 melaporkan, aksi tersebut digelar untuk menghormati sejumlah Haredim yang menolak wajib militer dan baru saja dibebaskan dari penjara militer.
Aksi dimulai dari kawasan Geula, Yerusalem, dan menyebabkan sejumlah ruas jalan ditutup.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Pada akhir aksi, uang disebut akan dibagikan kepada orang-orang yang menolak menjalani dinas militer, dengan masing-masing menerima ratusan shekel.
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, para penolak wajib militer tiba di lokasi aksi menggunakan bus dan disambut sorak-sorai massa.
Para demonstran membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan, “Bebaskan para tawanan dari Penjara Nomor 10, mereka tidak akan pernah bertugas di tentara musuh.”
Poster lainnya bertuliskan, “Kami lebih memilih mati daripada mendaftar.”
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Komunitas Haredim mencakup sekitar 13 persen dari populasi Israel yang berjumlah lebih dari 10 juta jiwa.
Selama bertahun-tahun, mereka menolak dinas militer dengan alasan harus mengabdikan diri untuk mempelajari Taurat serta kekhawatiran bahwa integrasi ke dalam masyarakat sekuler dapat mengancam identitas keagamaan mereka.
Perselisihan mengenai wajib militer bagi Haredim semakin meningkat di tengah pemanggilan ratusan tentara cadangan Zionis Israel, sementara ketegangan terus berlangsung di sejumlah front, termasuk Gaza, Lebanon, Iran, dan Tepi Barat yang dijajah.
Selama beberapa dekade, anggota komunitas Haredim berulang kali memperoleh penangguhan wajib militer dengan alasan sedang menempuh studi di lembaga-lembaga pendidikan agama.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Penangguhan tersebut berlangsung hingga mereka mencapai usia pembebasan yang saat ini ditetapkan pada 26 tahun.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic