Tel Aviv, MINA – Para aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza mengalami penyiksaan fisik dan psikologis, termasuk disetrum, selama diculik oleh tentara Zionis Israel Israel. Hal ini berdasarkan kesaksian yang dikumpulkan oleh kelompok hak asasi Israel, Adalah, Rabu (20/5).
Adalah melaporkan bahwa setidaknya tiga aktivis harus dilarikan ke rumah sakit karena luka serius. Puluhan lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk dan kesulitan bernapas akibat kekerasan yang mereka alami selama diculik.
Tim hukum Adalah mengumpulkan sejumlah kesaksian yang menggambarkan bagaimana para aktivis kerap kali mendapat kejutan listrik dari para penyiksanya. Mereka juga dipaksa membungkuk dan berlutut dalam waktu lama saat dipindahkan ke Pelabuhan Ashdod.
Tak hanya itu, otoritas Israel juga dilaporkan memaksa melepas jilbab beberapa aktivis perempuan yang ikut serta dalam misi tersebut.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Para tahanan dijadwalkan menghadap pengadilan pada Kamis (21/5) untuk proses deportasi.
Sebelumnya, sebuah video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, di media sosial memperlihatkan para aktivis berlutut dengan tangan diborgol dan wajah menunduk ke lantai, sementara lagu kebangsaan Israel diputar. Adalah mengecam keras tindakan itu sebagai kebijakan kriminal berupa penyiksaan dan penghinaan.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic