Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Al-Aqsa Titipan Umat Islam, Amanah yang Harus Dijaga Bersama

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Senin, 20 Juli 2026 - 21:37 WIB

Senin, 20 Juli 2026 - 21:37 WIB

35 Views ㅤ

MASJID AL-AQSA bukan milik satu orang atau satu kelompok. Ia adalah titipan Allah untuk seluruh umat Islam. Titipan artinya amanah yang harus dijaga bersama. Inilah pesan utama yang harus kita tanamkan kepada generasi muda, terutama kepada para pelajar Muslim.

Ketika seseorang menitipkan sesuatu kepada kita, tentu kita akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Kita tidak akan membiarkannya rusak, hilang, apalagi sampai diambil oleh orang lain. Begitu pula dengan Masjid Al-Aqsa. Allah mempercayakan masjid yang mulia ini kepada kita untuk dijaga, dimuliakan, dan dipertahankan. Ini adalah amanah yang sangat besar. Tidak ada yang lebih berharga dari amanah ini. Karena itu, kita harus menjaganya dengan sepenuh hati.

Para Penjaga Sebelum Kita

Para nabi dan para pahlawan terdahulu adalah generasi-generasi yang menjaga Al-Aqsa sebelum kita. Nabi Ibrahim hijrah ke wilayah ini. Misi dakwah di wilayah ini dilanjutkan oleh putranya, Nabi Ishaq, dan diteruskan oleh cucunya, Nabi Ya’qub. Mereka adalah generasi awal yang menanamkan tauhid di tanah suci ini.

Baca Juga: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Larut dalam Kesedihan

Selanjutnya, Nabi Daud memimpin di wilayah ini dan membebaskan Al-Quds dari kaum Yabusi. Kemudian, putranya, Nabi Sulaiman, memperbaharui kembali Masjid Al-Aqsa dengan megah.

Generasi berikutnya, Khalifah Umar bin Khattab dan Panglima Shalahuddin Al-Ayyubi, adalah pahlawan yang membebaskan wilayah Baitul Maqdis dari penjajahan. Mereka semua adalah penjaga-penjaga setia titipan Allah ini. Dan sekarang, giliran kita yang menerima titipan ini. Kita adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan mereka.

Tanggung Jawab Setiap Muslim

Setiap muslim bertanggung jawab atas keselamatan Al-Aqsa. Tanggung jawab ini tidak hanya untuk orang dewasa atau pemimpin, tetapi juga untuk anak-anak. Kita semua adalah penjaga Al-Aqsa. Bagaimana kita bisa menjaganya? Kita bisa menjaganya dengan mempelajari keutamaannya, mendoakannya setiap hari, dan membelanya melalui tulisan, suara, dan aksi-aksi solidaritas.

Baca Juga: Komunitas Sebagai Fondasi Umat dan Benteng Generasi

Ingatlah, jika satu generasi lalai dalam menjaga titipan ini, maka generasi berikutnya akan menanggung akibatnya. Mereka akan kehilangan masjid yang mulia ini. Sejarah mencatat, ketika umat Islam lalai dan berpecah belah, Al-Quds jatuh ke tangan Tentara Salib selama 88 tahun. Kemudian, ketika umat Islam kembali lalai, Al-Quds jatuh ke tangan Zionis Israel pada tahun 1948 dan 1967. Hingga kini, Al-Quds masih berada di bawah penjajahan.

Ini adalah akibat dari kelalaian generasi-generasi sebelumnya. Mereka tidak menjaga amanah ini dengan baik. Sekarang, kita yang harus memperbaikinya. Kita tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama.

Warisan Abadi untuk Generasi Berikutnya

Titipan ini bukan hanya untuk saat ini. Titipan ini adalah warisan abadi yang harus kita teruskan kepada generasi berikutnya. Kita harus mengajarkan adik-adik kita, anak-anak kita, dan generasi setelah kita untuk mencintai dan menjaga Al-Aqsa. Kita harus menanamkan kecintaan ini dalam hati mereka sejak dini.

Baca Juga: Kejahatan Yahudi Membuat Hatinya Keras Membatu

Karena jika kita tidak mengajarkannya, mereka mungkin tidak akan tahu betapa mulianya masjid ini. Dan jika mereka tidak tahu, mereka tidak akan mencintainya. Dan jika mereka tidak mencintainya, mereka tidak akan menjaganya. Inilah mengapa kita harus terus bercerita dan mengajarkan tentang Al-Aqsa.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Mari kita renungkan bersama: Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga titipan ini?

Pertama, kita bisa belajar tentang Al-Aqsa dengan sungguh-sungguh. Semakin kita tahu, semakin kita cinta.

Baca Juga: Ustaz Amri Fatmi: Hidup Mewah Berdampak Luas pada Kerusakan Alam

Kedua, kita bisa berdoa setiap hari untuk keselamatan dan kemerdekaannya.

Ketiga, kita bisa berbagi untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina.

Keempat, kita bisa bercerita kepada teman-teman dan keluarga tentang keutamaannya.

Kelima, kita bisa melakukan aksi-aksi solidaritas seperti longmarch, membaca puisi, perlombaan, hingga Panggung Festival Cinta Al-Aqsha. Semua ini adalah bentuk nyata dari kepedulian kita terhadap titipan Allah.

Baca Juga: Kehidupan Berbangsa dalam Perspektif Al-Qur’an

Menjaga Titipan adalah Tanda Iman

Begitulajh, menjaga titipan Allah adalah tanda keimanan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan bahwa seorang mukmin adalah orang yang dipercaya dan menjaga amanahnya. Jika kita menjaga Al-Aqsa, itu berarti kita menjaga keimanan kita. Sebaliknya, jika kita mengabaikannya, itu berarti kita mengabaikan bagian dari iman kita.

Karena itu, mari kita jadikan menjaga Al-Aqsa sebagai bagian dari ibadah kita sehari-hari. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin. []

Penulis, Ali Farkhan Tsani, adalah Duta Al-Quds Internasional dan Redaktur Senior MINA News.

Baca Juga: Perang Gaza dan Perubahan Persepsi Publik Amerika terhadap Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda