Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta negara-negara Arab dan sekutu di kawasan Teluk untuk ikut membiayai operasi militer AS dalam menghadapi Iran.
Langkah ini diambil Washington dengan alasan membengkaknya beban anggaran militer AS setelah satu bulan penuh melakukan serangan ke wilayah Iran. Anadolu melaporkan, Selasa (31/3).
Permintaan komitmen finansial ini memicu kontroversi besar, karena menempatkan negara-negara Muslim di kawasan dalam posisi sulit untuk mendanai konflik yang justru memperkeruh stabilitas sesama bangsa Timur Tengah.
Desakan Trump ini muncul di tengah kegagalan institusi Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian yang hingga kini tidak berjalan efektif dalam menjalankan programnya.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Alih-alih fokus pada rekonstruksi Gaza yang membutuhkan dana hingga $75$ miliar dolar AS, Trump justru dinilai lebih sibuk menggalang dukungan militer untuk menyerang Iran.
Desakan Trump ini muncul di tengah kegagalan skema perdamaian Barat yang hingga kini dinilai tidak berjalan efektif dan justru menyimpang dari mandat kemanusiaan. Trump dianggap lebih memprioritaskan eskalasi militer dan mobilisasi dana perang dari negara-negara sekutu.
Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa kebijakan luar negeri Washington di bawah kepemimpinan Trump hanya akan memperkeruh suasana tanpa memberikan jaminan kedaulatan yang nyata bagi bangsa-bangsa di kawasan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic