Yerusalem, MINA – Para analis dan pakar mengatakan kepada Quds Press pada Ahad (21/12), tindakan kekerasan yang berlangsung di Tepi Barat oleh pendudukan Zionis merupakan bagian dari rekayasa demografi secara sistematis.
Analis politik Mohammed Al-Qeeq mengatakan, “perilaku tentara pendudukan di Tepi Barat tidak dapat dijelaskan sebagai pelanggaran individu atau kesalahan di lapangan, melainkan merupakan cerminan langsung dari keputusan politik yang dikeluarkan dari tingkat tertinggi pemerintahnya.”
Al-Qeeq menjelaskan, tentara pendudukan sepenuhnya menyadari keberadaan sistem kontrol internal yang mampu meminta pertanggungjawaban setiap prajurit yang menyimpang dari instruksi, yang menegaskan bahwa menargetkan anak-anak dan menembak langsung tidak terjadi tanpa perlindungan resmi dan instruksi yang jelas.
“Praktik-praktik ini mencerminkan kebijakan sistematis yang didasarkan pada pembunuhan tanpa pandang bulu di dekat tembok, di jalan-jalan, dan di pos pemeriksaan militer, dengan tujuan memperkuat daya jera dan meningkatkan moral para pemukim di Tepi Barat,” lanjutrnya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Ia menambahkan, melalui cara tersebut pendudukan berupaya untuk mengkonsolidasikan dominasi lapangannya dan mempersiapkan lingkungan rakyat secara paksa di lapangan.
Sementara itu, pakar strategi dan militer Nidal Abu Zeid menegaskan, apa yang disaksikan Tepi Barat dalam hal pembunuhan acak dan gelombang pengungsian paksa jelas menunjukkan pendudukan telah beralih dari tahap rekayasa geografi ke tahap rekayasa demografi.
Menurutnya, laporan terbaru dari Human Rights Watch mengungkapkan sekitar 35.000 warga Palestina telah mengungsi dari kamp-kamp di Tepi Barat bagian utara hanya dalam sebulan terakhir.
“Ini mencerminkan besarnya perubahan radikal pendudukan selama setahun terakhir,” imbuhnya.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Ia menambahkan, pasukan pendudukan telah menyelesaikan, selama beberapa tahun terakhir, proses pembentukan kembali geografi di Tepi Barat dengan mencaplok wilayah luas di Area C, melalui pos-pos pemukiman. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic