Ramallah, MINA — Lebih dari 20 senator AS telah mengajukan resolusi prioritas yang mendesak Departemen Luar Negeri AS untuk memberikan pemaparan informasi kepada Kongres mengenai eskalasi kekerasan di Tepi Barat, yang melibatkan tentara dan pemukim Israel yang merampas tanah Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS Selasa (15/9) malam menyebutkan bahwa lebih dari 20 senator, yang dipimpin oleh Jeanne Shaheen, Chris Van Hollen, Tim Kaine, dan Bernie Sanders, telah mengambil langkah terkait serangan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Wafa melaporkan.
Resolusi tersebut akan mewajibkan departemen terkait untuk membagikan informasi yang diperoleh melalui penyelidikan atas pembunuhan warga negara AS oleh pemukim atau tentara Israel, serta penilaian terhadap situasi hak asasi manusia, khususnya terkait penahanan anak-anak Palestina.
Pernyataan tersebut mengutip Senator Jeanne Shaheen yang mengatakan, pembunuhan dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim ekstremis terhadap warga Palestina di Tepi Barat merusak supremasi hukum dan membahayakan solusi dua negara.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Sementara itu, Senator Chris Van Hollen menyatakan bahwa sudah saatnya mendapatkan jawaban terkait serangan dan perlakuan sewenang-wenang yang dihadapi warga Palestina di Tepi Barat.
Sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap Jalur Gaza pada tahun 2023, serangan oleh pasukan Israel dan kekerasan oleh pemukim terhadap warga Palestina serta properti mereka di Tepi Barat yang diduduki,termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, telah meningkat.
Menurut Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman, para pemukim melakukan 628 serangan pada bulan Agustus, yang mencakup 157 serangan di Kegubernuran Ramallah dan al-Bireh, 137 di Nablus, 120 di Hebron, 73 di Bethlehem, 40 di Tubas, 36 di Jenin, dan 31 di Yerusalem. Kekerasan oleh pemukim menyebabkan tewasnya Karim Sanad Shalaldeh (17 tahun), yang ditembak oleh pemukim saat terjadi serangan di kawasan Hamroush, kota Sa’ir, Kegubernuran Hebron; peristiwa ini menjadikan jumlah warga Palestina yang tewas akibat tembakan pemukim sejak awal tahun ini mencapai 25 orang.
Serangan pemukim menyebabkan 164 warga Palestina mengalami luka-luka atau dampak lainnya, termasuk 20 anak-anak dan 17 perempuan. Hebron mencatat jumlah warga Palestina terdampak terbanyak, yakni 68 orang, diikuti oleh Nablus dengan 50 orang, serta Ramallah dan al-Bireh dengan 23 orang.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic