Riyadh, MINA – Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi (GACA) memperpanjang penghentian sementara operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Senin (12/10).
Perpanjangan ini dilakukan setelah rentetan serangan kelompok Houthi menghantam fasilitas tersebut selama akhir pekan. SPA melaporkan.
GACA menyatakan perpanjangan dilakukan untuk menuntaskan prosedur yang diperlukan demi menjamin keamanan fasilitas dan kesiapan operasional bandara. Namun, otoritas belum menyebutkan kapan bandara akan kembali dibuka.
Serangan paling mematikan terjadi pada Sabtu (10/10), ketika rudal Houthi menghantam kompleks terminal penumpang. Otoritas Saudi melaporkan korban tewas mencapai 13 orang dan 309 lainnya terluka. Angka korban tewas sebelumnya sempat dilaporkan 12 orang di sejumlah media.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pada Ahad (11/10) sore, sebuah proyektil kembali menghantam Terminal 4. Menurut otoritas Saudi, serangan itu menewaskan satu warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Koalisi pimpinan Arab Saudi juga menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di dekat bandara.
Sebelumnya, pada Kamis (8/10), dua serangan menyasar bandara dan sebuah pesawat Saudia. GACA melaporkan tiga warga Saudi, termasuk seorang pilot, tewas dalam kejadian itu. Penutupan terbaru juga berdampak pada penerbangan internasional. Kuwait Airways, misalnya, membatalkan dua penerbangan dari dan ke Riyadh pada Minggu.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menuding Houthi sebagai pelaku serangan Sabtu dan menyebutnya kejahatan perang. Kecaman datang dari berbagai pihak, antara lain Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, India, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Amerika Serikat turut mengecam serangan tersebut dan menyebut seorang warganya ada di antara korban tewas.
Rangkaian serangan ini terjadi di tengah memanasnya permusuhan Arab Saudi dan Houthi di Yaman. Dalam beberapa hari terakhir, bandara serta fasilitas sipil dan energi di Saudi menjadi sasaran. Sebelumnya, serangan Houthi juga menghantam Bandara Abha. Bandara King Khalid sendiri pernah menjadi target Houthi pada 2018 dan 2020. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic