New York, MINA – Amerika Serikat menyatakan masih membuka peluang bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan guna mengakhiri konflik kedua negara. Pernyataan itu disampaikan Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Ahad (20/9).
Waltz mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump meyakini tekanan terhadap Iran akan terus meningkat. Ia menyebut Washington masih membuka pintu bagi Teheran untuk kembali melakukan perundingan secara damai dan diplomatis. Al-Jazeera melaporkan.
Namun, Waltz membantah laporan bahwa Iran telah meminta pencabutan sanksi AS dan pembayaran kompensasi perang sebagai syarat untuk memulai kembali perundingan. Ia menyebut laporan mengenai tuntutan tersebut sebagai tidak berdasar.
Pernyataan Washington itu muncul setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan Teheran telah menyampaikan tujuh syarat kepada AS melalui mediator. Syarat tersebut antara lain penghentian perang di seluruh front, pencairan aset Iran yang dibekukan, dan penghentian blokade laut.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Rezaei mengatakan konsultasi dengan mediator Qatar dan Pakistan masih berlangsung dan Iran menunggu tanggapan Presiden Trump. Posisi tersebut menunjukkan bahwa kedua pihak sama-sama menyebut jalur diplomasi, tetapi masih terdapat perbedaan mengenai persyaratan untuk kembali ke meja perundingan.
Perkembangan diplomatik tersebut berlangsung ketika para pemimpin dunia berkumpul di New York untuk Sidang Majelis Umum PBB. Konflik AS-Iran yang dimulai pada 28 Februari masih menjadi salah satu isu utama, sementara gangguan keamanan di kawasan juga berdampak pada perdagangan dan pasar energi internasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic