Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Buka Peluang Kesepakatan dengan Kuba Tanpa Intervensi Militer

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 27 September 2026 - 10:14 WIB

Ahad, 27 September 2026 - 10:14 WIB

25 Views ㅤ

Peta Kuba (WorldAtlas)

Washington, MINA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington dan Havana berpeluang mencapai kesepakatan tanpa perlu menggunakan kekuatan militer.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Sabtu (26/9), di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap pemerintah Kuba. INternazionale melaporkan.

“Saya kira Kuba dan kami akan membuat kesepakatan. Saya tidak berpikir kami akan membutuhkan militer,” ujar Trump.

Ia juga mengatakan Washington ingin membantu Kuba dan membuka negara tersebut bagi masyarakat Amerika Serikat.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Pernyataan Trump muncul setelah pemerintahannya meningkatkan tekanan terhadap Kuba, termasuk melalui blokade minyak yang diberlakukan pada awal tahun. Kebijakan tersebut dilaporkan memperburuk kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik di Kuba yang juga menghadapi persoalan infrastruktur.

Dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa (22/9), Trump sebelumnya menyebut Kuba sebagai negara gagal dan mengatakan bahwa “kebebasan akan datang” ke negara kepulauan tersebut. Delegasi Kuba meninggalkan ruang sidang ketika Trump menyampaikan pernyataan tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mengatakan di hadapan Majelis Umum PBB bahwa Havana akan selalu terbuka untuk dialog dengan Washington.

Ia juga menyatakan Kuba terbuka terhadap hubungan perdagangan dan bisnis dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, sembari mengecam embargo perdagangan AS yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Meski Trump kini menyatakan tidak memperkirakan perlunya tindakan militer, tekanan terhadap Kuba tetap berlangsung.

CBS News sebelumnya melaporkan bahwa Angkatan Darat AS sedang meminta informasi mengenai kemungkinan ketersediaan sejumlah unit pendukung untuk Komando Selatan AS dalam 90 hingga 120 hari, meski belum ada indikasi bahwa pasukan tersebut telah diperintahkan untuk dikerahkan ke Kuba. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia