Washington, MINA – Amerika Serikat (AS) memutuskan mengerahkan sekitar 2.500 personel marinir bersama beberapa kapal perang menuju Timur Tengah sebagai bagian dari penguatan militer di kawasan tersebut di tengah eskalasi perang dengan Iran.
Pasukan tersebut dilaporkan berangkat menggunakan kapal serbu amfibi milik Angkatan Laut AS, termasuk kapal USS Tripoli, yang membawa satu unit Marine Expeditionary Unit (MEU).
Unit ini biasanya terdiri dari sekitar 2.500 marinir yang memiliki kemampuan operasi tempur cepat, evakuasi, hingga operasi amfibi di wilayah konflik. Geonews melaporkan, Ahad (15/3).
Pengerahan pasukan ini terjadi ketika perang Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel telah memasuki pekan ketiga sejak dimulainya serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah fasilitas militer Iran pada akhir Februari 2026. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke berbagai target serta meningkatkan tekanan di kawasan Teluk.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Selain memperkuat kehadiran militer, Washington juga meningkatkan patroli laut di sekitar Teluk Persia dan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia. Ketegangan di kawasan tersebut meningkat setelah Iran mengancam menutup jalur pelayaran strategis itu dan menyerang beberapa kapal yang melintas di wilayah tersebut.
Pengiriman marinir tambahan ini menambah kekuatan militer AS yang sudah lebih dahulu ditempatkan di kawasan Timur Tengah. Sejumlah analis militer menilai langkah tersebut memberi Washington berbagai opsi operasi, mulai dari pengamanan jalur pelayaran hingga kemungkinan operasi militer terbatas terhadap target strategis Iran.
Konflik yang terus memanas ini juga memicu kekhawatiran global karena berpotensi mengganggu pasokan energi dunia, khususnya jika jalur Selat Hormuz benar-benar ditutup.
Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia itu dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, sehingga setiap eskalasi di kawasan tersebut dapat berdampak luas terhadap ekonomi internasional. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic