Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Perluas Serangan Militer ke Iran, Sejumlah Kota Diguncang Bom

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 20 Juli 2026 - 13:30 WIB

Senin, 20 Juli 2026 - 13:30 WIB

20 Views ㅤ

Salah satu serangan AS ke Iran (foto: X/ IRIB)

Teheran, MINA – Amerika Serikat memperluas operasi militernya di Iran dengan melancarkan serangan ke sejumlah wilayah strategis pada Senin (20/7) dini hari.

Rentetan ledakan dilaporkan mengguncang beberapa kota, termasuk Tabriz di barat laut Iran, menandai eskalasi baru dalam konflik antara Washington dan Teheran yang kembali memanas.

Menurut laporan media Iran Farsnews, ledakan terdengar di sejumlah titik setelah operasi militer dimulai. Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari operasi untuk melemahkan kemampuan militer Iran yang dituding mengancam keamanan jalur pelayaran internasional, khususnya di kawasan Selat Hormuz.

Eskalasi terbaru terjadi setelah Amerika Serikat mengintensifkan operasi militernya dalam beberapa pekan terakhir. Washington juga telah mengerahkan tambahan kekuatan udara, termasuk jet tempur F-35 dan F-16 dari pangkalan di Eropa ke Timur Tengah, guna mendukung operasi di kawasan.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Langkah itu diambil menyusul memburuknya hubungan kedua negara setelah nota kesepahaman penghentian konflik dinyatakan tidak lagi berlaku.

Di pihak lain, Iran mengecam serangan tersebut sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum internasional. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan akan memberikan respons terhadap setiap serangan yang mengancam kedaulatan negaranya.

Pada hari yang sama, IRGC mengklaim telah melancarkan serangan balasan ke pangkalan pasukan khusus Amerika Serikat di Al-Tanf, Suriah, sebagai peringatan kepada Washington.

Meningkatnya konfrontasi militer antara kedua negara juga mulai memengaruhi pasar energi global. Kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan minyak dari Timur Tengah mendorong harga minyak mentah dunia melonjak, dengan minyak Brent menembus level di atas USD90 per barel.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Pelaku pasar menilai Selat Hormuz kembali menjadi titik paling rawan yang dapat memengaruhi distribusi energi internasional apabila konflik terus meluas.

Para pengamat menilai perluasan operasi militer Amerika Serikat ke berbagai wilayah Iran meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas.

Selain memperbesar kemungkinan aksi balasan dari Teheran dan kelompok-kelompok sekutunya, eskalasi tersebut juga dikhawatirkan mengganggu stabilitas keamanan Timur Tengah serta mempersulit upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda