Washington, MINA – Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan memperpanjang kebijakan penolakan visa bagi para pejabat palestina/">Otoritas Palestina dan anggota Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), termasuk Mahmoud Abbas, menjelang Sidang Majelis Umum PBB.
“Akibat kegagalan mereka melakukan reformasi yang bertentangan dengan komitmen mereka kepada Amerika Serikat, serta aktivitas berkelanjutan yang merusak prospek perdamaian, Amerika Serikat akan memperpanjang sanksi penolakan visa bagi anggota PLO dan pejabat palestina/">Otoritas Palestina,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS, MEMO melaporkan.
Selama masa jabatan pertama Trump, pemerintahannya memberlakukan serangkaian pembatasan terhadap pejabat Palestina, termasuk menutup kantor PLO di Washington pada tahun 2018 dan memangkas bantuan AS untuk palestina/">Otoritas Palestina.
Pembatasan tersebut juga berdampak pada Abbas, yang terpaksa menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum PBB melalui sambungan video setelah Amerika Serikat menolak memberikan visa kepadanya.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Media Israel sebelumnya melaporkan bahwa Amerika Serikat telah menolak permohonan visa Abbas untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum tahun ini.
Pihak Palestina juga diberitahu bahwa penolakan tersebut didasarkan pada dugaan adanya hubungan dengan kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic