Cebu, MINA – Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa menyerukan penguatan kerja sama strategis di bidang keberlanjutan dan transisi energi di tengah meningkatnya tekanan krisis energi global serta gangguan rantai pasok internasional.
Seruan itu mengemuka dalam KTT Keberlanjutan ASEAN-Uni Eropa 2026 yang digelar di Cebu, Filipina, Kamis (7/5).
Forum perdana tersebut mempertemukan lebih dari 200 pembuat kebijakan, diplomat, dan pelaku industri dari kawasan Asia Tenggara dan Eropa.
Mereka membahas langkah konkret memperkuat kolaborasi di sektor aksi iklim, perdagangan hijau, ketahanan pangan, hingga pengembangan rantai pasok yang lebih tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi
Menteri Keuangan Filipina, Frederick Go, menegaskan hubungan ekonomi antara Filipina dan Uni Eropa kini tidak lagi hanya berfokus pada perdagangan dan investasi, tetapi juga pada isu keberlanjutan, iklim, dan pertumbuhan inklusif.
Ia menyebut rencana Perjanjian Perdagangan Bebas Uni Eropa-Filipina sebagai salah satu agenda ekonomi paling penting tahun ini dengan target penandatanganan pada kuartal ketiga 2026.
Sementara itu, Presiden Kamar Dagang Eropa di Filipina, Paulo Duarte, mengatakan krisis energi global, lonjakan biaya produksi, dan terganggunya rantai pasok telah mendorong negara-negara ASEAN dan Eropa menjadikan keberlanjutan sebagai kebutuhan mendesak.
Menurutnya, keberlanjutan kini menjadi fondasi utama bagi daya saing ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang kawasan.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Dalam rangkaian KTT ASEAN di Cebu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga mengingatkan ancaman krisis energi berkepanjangan akibat ketegangan geopolitik global.
Ia mendorong negara-negara ASEAN mempercepat diversifikasi energi dan pengembangan energi terbarukan agar kawasan tidak terus bergantung pada sumber energi konvensional.
Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, saat ini tengah memperluas pengembangan bioenergi, kendaraan listrik, hingga proyek tenaga surya skala besar sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Penguatan kerja sama ASEAN-Uni Eropa dinilai penting karena kedua kawasan memiliki posisi strategis dalam ekonomi global. Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang terbesar ASEAN, sementara Asia Tenggara dipandang sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Kolaborasi di bidang energi hijau dan keberlanjutan dapat membuka peluang investasi baru, memperkuat ketahanan ekonomi regional, sekaligus membantu percepatan pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission) di masa mendatang.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic