Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.050 Triliun, Indonesia Masih Dihadang Gap Talenta Digital

Rana Setiawan Editor : ali farkhan tsani - Rabu, 24 Desember 2025 - 04:08 WIB

Rabu, 24 Desember 2025 - 04:08 WIB

12 Views ㅤ

Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) menginisiasi program AFSI Academic Partner (AAP), Jumat (19/12/2025).(Foto: AFSI)

Jakarta, MINA – Ambisi Indonesia menjadi pemain utama ekonomi syariah global kian menguat seiring lonjakan aset industri keuangan syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset sektor ini per Agustus 2025 telah melampaui Rp3.050 triliun, tumbuh 11,3 persen secara tahunan. Namun, di balik capaian tersebut, industri menghadapi persoalan mendasar: kesenjangan talenta digital yang belum terjembatani.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2025 menunjukkan sekitar 1,01 juta lulusan perguruan tinggi masih menganggur dari total 7,28 juta pengangguran nasional. Padahal, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemdiktisaintek mencatat sedikitnya 700 program studi ekonomi syariah tersebar di Indonesia. Kondisi tersebut menegaskan adanya ketidaksinkronan antara output pendidikan tinggi dan kompetensi yang dibutuhkan industri, khususnya di sektor keuangan digital syariah.

Merespons tantangan tersebut, Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) belum lama ini menginisiasi program AFSI Academic Partner (AAP) sebagai jembatan kolaborasi kampus–industri.

Dalam keterangan tertulis AFSI diterima MINA, Selasa (23/12), inisiatif tersebut mencakup workshop dan sertifikasi mahasiswa, training of trainers (ToT) bagi dosen, dukungan riset fintech syariah, penyesuaian kurikulum, hingga ajang National Islamic Fintech Olympiad (NIFO).

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Sejak 2023, NIFO telah digelar tiga kali dengan total partisipasi 516 mahasiswa dari lebih 30 satuan kerja perguruan tinggi. Bertepatan dengan Bulan Fintech Nasional, program ini dirancang untuk memperluas literasi inovasi fintech syariah dan memperkenalkan teknologi Web3 secara masif kepada mahasiswa.

Penyelenggaraan NIFO tahun ini mendapat dukungan penuh dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Perbanas Institute, mempertegas sinergi antara pelaku keuangan digital syariah, akademisi, dan asosiasi industri.

Pada NIFO 2025, sebanyak 108 mahasiswa yang tergabung dalam 36 tim dari 17 perguruan tinggi anggota AAP mengikuti rangkaian seleksi hingga babak final.

Enam tim terbaik kemudian ditetapkan sebagai juara, dengan ketua tim sebagai berikut: Juara 1: Mochamad Choirul Rizal (Departemen Ekonomi Syariah, IPB University); Juara 2: Afrida Luthfiany (FEB, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta); Juara 3: Satria Ahmada (FPEB, Universitas Pendidikan Indonesia); Juara Harapan I: Bintang Mutiara Maharan (FEBI, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung); Juara Harapan II: Muhammad Naufa (FEB, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta); dan Juara Harapan III: Adam Nurwildan (Program Studi Akuntansi, Universitas Islam Indonesia).

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Capaian para finalis diharapkan menjadi tolak ukur baru pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, guna mempercepat penyerapan tenaga kerja ahli di sektor keuangan digital syariah.

Lebih jauh, AFSI menempatkan penguatan literasi dan kompetensi talenta digital sebagai prioritas melalui tiga fokus utama, yakni penyelarasan keterampilan antara kurikulum akademik dan dinamika inovasi serta regulasi fintech syariah; penguatan literasi melalui kuliah praktisi, workshop, sertifikasi, dan pembaruan kurikulum; serta akselerasi adopsi teknologi masa depan seperti Web3 dan decentralized finance (DeFi) sebagai fondasi ekosistem keuangan syariah mendatang.

Sebagai asosiasi industri, AFSI menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi berkelanjutan dengan perguruan tinggi melalui AAP dan NIFO. Langkah tersebut diproyeksikan menjadi upaya konkret dalam menutup kesenjangan talenta, menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta memastikan sumber daya manusia Indonesia siap menjadi motor penggerak pertumbuhan keuangan digital syariah nasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda