Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Australia Siaga Hantavirus, 6 Penumpang Kapal Pesiar Dikarantina

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 15 Mei 2026 - 21:33 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:33 WIB

26 Views ㅤ

Sampel Hantavirus (foto: Ist)

Sydney, MINA – Otoritas kesehatan Australia mengarantina enam penumpang kapal pesiar yang diduga terpapar hantavirus setelah kapal ekspedisi MV Hondius bersandar di wilayah Australia Barat.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus yang sebelumnya menewaskan beberapa orang dalam perjalanan laut internasional itu. Media ABC melaporkan, Jumat (15/5).

Departemen Kesehatan Australia menyatakan keenam penumpang tersebut menjalani observasi ketat setelah menunjukkan gejala yang berkaitan dengan infeksi hantavirus.

Mereka merupakan bagian dari rombongan kapal MV Hondius yang sebelumnya melakukan pelayaran dari Argentina menuju Cape Verde dan sempat dilaporkan mengalami wabah virus Andes, salah satu jenis hantavirus paling berbahaya.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya melaporkan sedikitnya 11 kasus infeksi di kapal tersebut, dengan tiga korban meninggal dunia.

Virus Andes diketahui dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat dan memiliki tingkat fatalitas tinggi dibanding jenis hantavirus lainnya. Penularan umumnya berasal dari paparan kotoran atau urine hewan pengerat yang terinfeksi.

Pemerintah Australia menegaskan risiko penyebaran kepada masyarakat luas masih tergolong rendah karena para penumpang langsung dipisahkan dan diperiksa begitu kapal tiba.

Namun, otoritas tetap meningkatkan pengawasan di pelabuhan internasional dan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus tambahan.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Wabah hantavirus di kapal pesiar internasional tersebut memicu kekhawatiran sejumlah negara terhadap potensi penyebaran penyakit lintas batas melalui jalur perjalanan laut.

Beberapa negara, termasuk Indonesia dan Belarus, juga mulai meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat sistem karantina kesehatan di pintu masuk internasional.

Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat liar untuk mencegah penularan hantavirus.

Mereka juga meminta masyarakat tidak panik, namun tetap waspada terhadap gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, gangguan pernapasan, dan penurunan kondisi tubuh secara tiba-tiba setelah kontak dengan area yang berpotensi terkontaminasi. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Dunia Islam