Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Bandang Hantam Minas Gerais Brasil: 23 Orang Tewas, Puluhan Masih Hilang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 25 Februari 2026 - 10:51 WIB

Rabu, 25 Februari 2026 - 10:51 WIB

23 Views ㅤ

Banjir di Brasil (foto: IG)

Minas Gerais, MINA – Hujan deras yang mengguyur wilayah tenggara Brasil sejak Senin (23/2) lalu memicu banjir dan tanah longsor di negara bagian Minas Gerais, menewaskan sedikitnya 23 orang dan membuat puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Curah hujan yang ekstrem ini juga memaksa ratusan warga mengungsi dari rumah mereka di beberapa kota terdampak. Al-Bawaba melaporkan, Rabu (25/2).

Bencana alam ini paling parah dirasakan di kota Juiz de Fora, di mana 16 korban tewas dilaporkan akibat bangunan yang runtuh dan longsor permukiman setelah sungai di daerah tersebut meluap.

Tim penyelamat bersama anjing pelacak terus menyisir puing dan lumpur, berharap menemukan korban hilang yang mungkin masih selamat di bawah reruntuhan.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Di kota Ubá, sekitar 110 kilometer dari Juiz de Fora, pihak berwenang mencatat tujuh orang tewas dan beberapa lainnya dilaporkan hilang akibat dampak banjir yang merendam pemukiman dan merusak infrastruktur penting.

Sungai yang meluap juga menghancurkan beberapa jalan raya, membuat akses menuju daerah terdampak menjadi sangat sulit.

Wali Kota Juiz de Fora, Margarida Salomao menyebut kejadian ini sebagai salah satu periode paling menantang dalam sejarah kota, di tengah curah hujan yang memecahkan rekor Februari.

Setidaknya 20 kasus tanah longsor tercatat di berbagai titik, menyebabkan isolasi sejumlah lingkungan dan memperumit upaya evakuasi.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Akibat bencana ini, lebih dari 440 warga terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan harus menempati tempat penampungan sementara.

Pemerintah Brasil, yang telah mengakui situasi sebagai darurat sipil, berjanji akan menyediakan bantuan kemanusiaan, dukungan bagi para pengungsi, serta mempercepat pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak.

Selain upaya pencarian dan evakuasi, peringatan cuaca dari institut meteorologi nasional memperingatkan kemungkinan curah hujan lanjutan di wilayah tersebut selama beberapa hari ke depan, meningkatkan risiko banjir susulan dan tanah longsor di daerah yang sudah jenuh air.

Tim tanggap darurat terus diaktifkan untuk menghadapi ancaman ini.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Brasil kerap menghadapi fenomena banjir dan longsor akibat curah hujan yang tinggi, terutama di wilayah tenggara yang dipengaruhi oleh pola musim dan perubahan iklim global.

Kejadian banjir ini terjadi di tengah catatan beberapa tragedi cuaca ekstrem lain dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banjir besar pada 2024 dan 2025 yang menyebabkan kerugian besar dan menelan banyak korban jiwa.

Peningkatan frekuensi dan intensitas hujan ekstrem telah dikaitkan oleh para ahli dengan dampak perubahan iklim yang semakin mempengaruhi pola cuaca regional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Dunia Islam
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia