Cirebon, MINA – Jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Cirebon lumpuh akibat banjir yang merendam badan jalan pada Selasa (19/5) pagi. Genangan air menyebabkan antrean panjang kendaraan dari dua arah hingga mencapai sekitar 5 kilometer dan menghambat arus distribusi logistik di salah satu jalur utama penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon dan daerah hulu sejak Senin malam. Luapan sejumlah sungai membuat air meluber ke jalan nasional Pantura, terutama di kawasan timur Cirebon.
Kendaraan roda dua banyak yang mogok saat mencoba menerobos genangan, sementara truk dan kendaraan besar terpaksa melaju sangat lambat untuk menghindari kerusakan mesin.
Petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan diterjunkan ke lokasi untuk mengurai kemacetan dan mengatur arus lalu lintas. Rekayasa lalu lintas dengan sistem contra flow diberlakukan di beberapa titik guna mengurangi kepadatan kendaraan yang terus bertambah sejak pagi hari.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Sejumlah pengendara juga memilih berhenti di bahu jalan sambil menunggu debit air surut.
Selain melumpuhkan jalur Pantura, banjir juga dilaporkan merendam sejumlah permukiman warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Cirebon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebut curah hujan tinggi dan meluapnya sungai menjadi penyebab utama banjir. Kondisi itu diperparah oleh sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat.
Jalur Pantura Cirebon selama ini dikenal sebagai salah satu urat nadi transportasi nasional yang dilalui kendaraan pribadi, bus antarkota, hingga truk logistik antarpulau.
Gangguan di jalur tersebut kerap berdampak luas terhadap distribusi barang dan mobilitas masyarakat, terutama ketika terjadi cuaca ekstrem dan banjir musiman di wilayah pesisir utara Jawa Barat.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Sementara itu, aparat mengimbau masyarakat dan pengendara untuk berhati-hati saat melintas di kawasan terdampak banjir. Pengendara sepeda motor diminta tidak memaksakan diri menerobos genangan demi menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
Hingga Selasa siang, petugas masih terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan banjir di Kabupaten Cirebon seiring potensi hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic