Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Masih Jadi Ancaman Utama di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Januari 2026

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 4 Januari 2026 - 18:38 WIB

Ahad, 4 Januari 2026 - 18:38 WIB

96 Views ㅤ

Pihak BPBDPK Kabupaten Pandeglang sedang melakukan monitoring terhadap kondisi banjir di beberapa kampung di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Rabu (17/12). (Gambar: tangselpos.id)

Jakarta, MINA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, sejumlah daerah di Indonesia dilanda bencana banjir di penghujung tahun 2025 hingga memasuki awal tahun 2026. Bencana hidrometeorologi tersebut terjadi sebelum puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada Januari 2026, menandakan meningkatnya kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem.

Di Pulau Sumatra, banjir bandang dan longsor menerjang 52 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Ahad (4/1) siang, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 1.167 jiwa.

Rinciannya, 540 jiwa berasal dari Aceh, 365 jiwa dari Sumatra Utara, dan 262 jiwa dari Sumatra Barat. Selain itu, sebanyak 60 orang dilaporkan masih hilang dan dalam proses pencarian, sementara 13,9 ribu warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dari sisi kerusakan materiil, BNPB mencatat sedikitnya 25.549 unit rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 4.390 unit di antaranya rusak berat, 4.133 unit rusak sedang, dan 16.486 unit lainnya rusak ringan akibat terjangan banjir dan longsor.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Masih di Pulau Sumatra, banjir juga merendam sejumlah kelurahan di Kota Bengkulu. Bencana tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang menyebabkan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 50 sentimeter.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Tanjung Agung, Jaya, Rawa Makmur, dan Kebun Beler di Kecamatan Ratu Agung, Kelurahan Penurunan di Kecamatan Ratu Samban, serta Kelurahan Bumiayu di Kecamatan Selebar.

Memasuki awal Januari 2026, banjir juga melanda wilayah Pulau Jawa. Di Jakarta, banjir rob merendam tujuh RT dan satu ruas jalan pada Sabtu (3/1). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, banjir rob terjadi akibat pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan purnama dan fenomena perigee.

Ketujuh RT tersebut tersebar di tiga kelurahan di wilayah Kepulauan Seribu dan empat kelurahan di Jakarta Utara. Ketinggian air di Kepulauan Seribu tercatat sekitar 10 sentimeter, sementara di Jakarta Utara mencapai kisaran yang sama.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Selain itu, genangan setinggi sekitar 15 sentimeter juga terjadi di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, tepatnya di depan Jakarta International Stadium (JIS). Petugas gabungan masih melakukan penanganan genangan di sejumlah titik terdampak.

Di Provinsi Banten, banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Serang. BPBD setempat mencatat sebanyak 1.023 rumah terdampak banjir yang memengaruhi 3.033 jiwa hingga Sabtu (3/1) pagi. Bencana tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat (2/1) malam.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan bahwa hingga pukul 04.25 WIB tercatat 12 kejadian banjir yang tersebar di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Total warga terdampak mencapai 1.087 kepala keluarga.

Kecamatan Kasemen menjadi wilayah dengan dampak terparah, dengan banjir menggenangi sejumlah lingkungan permukiman padat penduduk. Selain rumah warga, fasilitas umum berupa gedung SDN Pamarican 01 dan 02 serta SDN Ambon di Kelurahan Margaluyu juga dilaporkan terendam. Data sementara mencatat sebanyak 62 kepala keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Sementara itu di Pulau Kalimantan, banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. Selain banjir rob yang mengepung Kota Banjarmasin pada Sabtu (3/1) malam, banjir juga merendam sejumlah kabupaten, termasuk Kabupaten Banjar. BPBD Kabupaten Banjar mencatat sebanyak 6.593 kepala keluarga atau 18.348 jiwa terdampak banjir, dengan 302 warga mengungsi per Ahad (28/12).

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, mengatakan bahwa hingga pukul 09.50 Wita petugas menghimpun data belasan ribu warga terdampak banjir di 89 desa yang tersebar di 14 kecamatan. Ia menyebutkan, sekitar 5.206 unit rumah terdampak, dengan 1.714 unit di antaranya masih terendam air. Kelompok rentan yang terdampak meliputi lansia, balita, bayi, anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan warga dewasa.

Banjir juga melanda Kabupaten Balangan. BPBD setempat mencatat sebanyak 10.949 jiwa terdampak dan 3.511 unit rumah terendam di 27 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Pemerintah Kabupaten Balangan menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir hingga 3 Januari 2026.

Rentetan bencana banjir yang terjadi di berbagai wilayah tersebut menegaskan perlunya kesiapsiagaan seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi meningkat seiring perubahan iklim dan dinamika musim hujan di Indonesia. []

Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda