Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Bedah Berita MINA] Israel Terus Lakukan Pelanggaran Gencatan Senjata, Bagaimana Nasib Gaza?

sajadi Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:18 WIB

34 Views ㅤ

Bombardir Israel menghancurkan Menara Bab al-Bahr di wilayah Rimal, Kota Gaza pada 10 September 2025. (Foto: Omar Ashtawy/APAimages)

Jakarta, MINA – Acara Bedah Berita MINA (BBM) di Radio Silaturahim (Rasil) Jumat (7/8) malam ini akan hadir dengan tema “Israel Terus Lakukan Pelanggaran Gencatan Senjata, Bagaimana Nasib Gaza?” bersama Sajadi dan Widi Kusnadi, jurnalis Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency).

Harapan akan berakhirnya perang di Jalur Gaza kembali menghadapi ujian berat. Meskipun perjanjian gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar mulai berlaku pada Oktober 2025, berbagai laporan dari PBB, organisasi hak asasi manusia, hingga lembaga kemanusiaan menunjukkan bahwa pelanggaran Zionis Israel terhadap kesepakatan tersebut masih terus terjadi.

Serangan udara pasukan penjajah Israel, penembakan, pembatasan bantuan kemanusiaan, serta perluasan kendali militer Zionis di sejumlah wilayah Gaza membuat implementasi gencatan senjata dinilai jauh dari tujuan awalnya, yakni menghentikan perang dan membuka jalan menuju pemulihan wilayah yang hancur akibat konflik.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, hingga 5 Agustus 2026 bahwa sekitar 73.381 warga Palestina tewas sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023 dan lebih dari 173.000 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Sementara sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, sedikitnya 1.254 warga Palestina dilaporkan tewas dan 4.121 lainnya terluka akibat pelanggaran Israel yang terjadi selama masa gencatan senjata.

Selain korban yang tercatat, ribuan orang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan dan belum dapat dievakuasi.

Bagi lebih dari dua juta penduduk Gaza, gencatan senjata belum membawa perubahan signifikan terhadap kondisi kehidupan sehari-hari.

Organisasi Médecins Sans Frontières (MSF) menyatakan enam bulan setelah gencatan senjata diberlakukan, serangan militer masih berlangsung, sementara akses terhadap bantuan kemanusiaan tetap dibatasi.

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Rumah sakit mengalami kekurangan obat-obatan, bahan bakar, peralatan medis, serta tenaga kesehatan. Banyak fasilitas kesehatan juga belum dapat beroperasi secara normal akibat kerusakan berat selama perang.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan masyarakat Gaza masih menghadapi krisis air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, dan meningkatnya risiko penyebaran penyakit menular akibat rusaknya infrastruktur dasar.

Di tengah pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan penjajah Israel, Board of Peace (BoP) yang dipimpin Amerika Serikat harusnya menjadi aktor utama dalam mengawasi pelaksanaan tahap kedua perjanjian damai Gaza.

BoP bertugas mengawasi pelucutan senjata Hamas, memfasilitasi penarikan bertahap pasukan Israel, mengoordinasikan rekonstruksi Gaza, serta mengawasi pembentukan pemerintahan sipil sementara yang akan menggantikan administrasi Hamas. Selain itu, BoP juga mempersiapkan pengerahan International Stabilization Force (ISF) sebagai pasukan internasional untuk menjaga keamanan selama masa transisi.

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

Namun implementasi rencana tersebut hingga kini belum berjalan bahkan seolah-olah membiarkan pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata terus terjadi.

Masa depan Gaza kini berada pada persimpangan yang menentukan.

Jika Israel terus melakukan pelanggaran gencatan senjata maka  jutaan warga sipil akan semakin menderita akibat kelaparan, keruntuhan layanan kesehatan dan lambatnya proses rekonstruksi. Lalu bagaimana sikap dan tindakan komunitas internasional? Semua ini akan dibahas di acara BBM malam ini.

BBM ini akan disiarkan langsung di Rasil 720 AM dan akan disiarkan ke beberapa radio di daerah, seperti di Batam, Palembang, Yogyakarta, Sukabumi, Banyuwangi, Pontianak dan lainnya.

Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina

Pendengar juga dapat mendengarkan secara online melalui live streaming radio silaturahim.com.

Pendengar setia Rasil yang ingin berinteraksi dengan nara sumber dapat menghubungi host Rasil di nomor WhatsApp 08111999720. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Orasi Herman Budianto, Alumni Global Sumud Flotilla: Untuk Apa di Sini? Untuk Mendukung Palestina!

Rekomendasi untuk Anda