Jakarta, MINA – Acara Bedah Berita MINA (BBM) di Radio Silaturahim (Rasil) Jumat (18/9) malam ini akan hadir dengan tema “Pohon Zaitun Warisan Keluarga Palestina” bersama Sajadi dan Ali Farkhan Tsani, jurnalis Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency).
Jika sebuah pohon dapat bercerita, mungkin pohon zaitun di Palestina akan menyimpan kisah tentang banyak generasi keluarga yang telah merawatnya.
Bagi masyarakat Palestina, pohon zaitun bukan sekadar tanaman. Ia merupakan bagian dari kehidupan, tradisi, sumber penghidupan, sekaligus warisan keluarga yang dapat diteruskan dari seorang kakek kepada anak dan cucunya.
Sebuah pohon yang ditanam puluhan tahun lalu dapat terus tumbuh dan menghasilkan buah ketika generasi yang menanamnya sudah tidak ada.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Namun, di balik kisah tentang warisan keluarga tersebut, terdapat kenyataan pahit. Ribuan bahkan puluhan ribu pohon zaitun Palestina mengalami kerusakan akibat berbagai tindakan yang dilakukan pasukan Israel dan pemukim Israel di Tepi Barat.
Menurut laporan Kementerian Pertanian Palestina yang dirilis Januari 2026, hampir 92.000 pohon zaitun mengalami kerusakan di sejumlah wilayah Tepi Barat selama 2025. Laporan tersebut menyebut sektor zaitun sebagai sektor pertanian yang paling banyak terdampak, termasuk pohon-pohon yang telah berusia ratusan tahun.
Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA mencatat bahwa sepanjang musim panen zaitun 2025, lebih dari 6.000 pohon dan bibit, terutama pohon zaitun, dilaporkan dirusak dalam serangan pemukim di Tepi Barat. OCHA juga mendokumentasikan 178 serangan yang berkaitan dengan musim panen zaitun pada periode 1 Oktober hingga 30 November 2025.
Dalam laporan lainnya, OCHA mencatat 167 serangan terkait musim panen zaitun antara 1 Oktober dan 10 November 2025. Serangan tersebut berdampak pada 87 desa dan kota Palestina serta menyebabkan lebih dari 5.700 pohon dan bibit, sebagian besar pohon zaitun, dirusak.
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Kerusakan tersebut tidak hanya berarti hilangnya hasil panen dalam satu musim. Bagi keluarga petani Palestina, satu pohon zaitun dapat memiliki nilai ekonomi dan emosional yang jauh lebih panjang.
Pohon yang diwariskan dari kakek kepada cucu bukan hanya menghasilkan buah dan minyak zaitun. Di sana terdapat kenangan keluarga, pengetahuan bertani, hubungan dengan tanah, serta sumber penghasilan.
Karena itu, ketika sebuah pohon tua ditebang, dicabut, dibakar, atau dirusak, yang hilang bukan hanya sebuah tanaman.
Yang ikut hilang adalah bagian dari sejarah keluarga dan sumber kehidupan yang telah dirawat selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
Pembahasan mengenai pohon zaitun akan melihat Palestina dari sisi yang berbeda. Bukan hanya tentang konflik dan berita politik, tetapi juga tentang kehidupan masyarakat, keluarga, pertanian, tradisi, dan hubungan manusia dengan tanah.
Pohon zaitun juga memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Zaitun disebut dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah At-Tin. Semua ini akan dibahas di acara BBM malam ini.
BBM ini akan disiarkan langsung di Rasil 720 AM dan akan disiarkan ke beberapa radio di daerah, seperti di Batam, Palembang, Yogyakarta, Sukabumi, Banyuwangi, Pontianak dan lainnya.
Pendengar juga dapat mendengarkan secara online melalui live streaming radio silaturahim.com.
Baca Juga: Jelang Musim Dingin, PBB Peringatkan Krisis Pengungsian Gaza
Pendengar setia Rasil yang ingin berinteraksi dengan nara sumber dapat menghubungi host Rasil di nomor WhatsApp 08111999720. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sembilan Warga Palestina Syahid dalam Serangan Terbaru Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic