Jalud, MINA — Lebih dari 100 pemukim Israel terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di Desa Jalud, Tepi Barat yang diduduki, Selasa (29/9). Insiden terjadi ketika pasukan Israel mengawal sebuah keluarga Palestina kembali ke rumah mereka setelah sebelumnya terusir akibat kekerasan pemukim.
Keluarga Tubasi sebelumnya meninggalkan rumah mereka pada Juli setelah mengalami intimidasi dan kekerasan berulang dari pemukim Israel. Kepulangan mereka dilakukan setelah adanya perintah pengadilan Israel dan dikawal pasukan keamanan untuk memastikan keselamatan keluarga tersebut. Wafa melaporkan.
Namun, tak lama setelah keluarga tersebut tiba, lebih dari 100 pemukim mendatangi lokasi. Mereka dilaporkan memblokir jalan, membakar ban serta melemparkan batu ke arah pasukan keamanan Israel. Tiga anggota polisi perbatasan Israel dilaporkan mengalami luka ringan dalam bentrokan tersebut.
Selain menyerang pasukan, para pemukim dilaporkan membakar rumah, kendaraan dan sejumlah properti milik warga Palestina. Situasi tersebut membuat pasukan Israel mengevakuasi keluarga Tubasi menggunakan kendaraan lapis baja sehingga rencana pengembalian mereka ke rumah tidak dapat diselesaikan.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Militer Israel menyatakan dua orang pemukim ditahan untuk diperiksa. Pasukan juga menggunakan langkah pembubaran massa untuk mengendalikan situasi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam kekerasan tersebut dan menyerukan agar pelakunya diproses secara hukum.
Insiden di Jalud terjadi di tengah meningkatnya kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat. Data PBB menunjukkan lebih dari 1.380 insiden terkait pemukim tercatat dalam tujuh bulan pertama 2026.
Kekerasan tersebut mencakup serangan terhadap warga Palestina dan kerusakan properti, sehingga semakin memperburuk situasi keamanan di wilayah yang diduduki tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic